Pengelolaan BUMDES Desa Dulomo Pohuwato Diduga Fiktif

oleh -

Pohuwato, Suaralidik.com – Diduga ada kongkalingkong, masyarakat pertanyakan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), desa Dulomo kecamatan Patilanggio kabupaten Pohuwato.

Masyakat menilai pengelolaan BUMDES desa Dulomo sudah tak jelas lagi. Sejak dibentuk pada tahun 2017 hingga saat ini, BUMDES desa Dulomo telah mendapatkan suntikan dana segar 300 juta rupiah guna mengembangkan pertanian setempat, namun hingga saat ini masyarakat tak mengetahui nasib dana tersebut.

“Dari total anggaran 300 juta, dana yang keluar itu belumlah mencapai 100 juta, itu pun sudah banyak masyarakat yang mengembalikan, lantas hingga saat ini tidak jelas apakah anggaran itu masih ada atau tidak.”ungkap Sudarmin Lapata warga setempat kepada Suaralidik.com Sabtu 04/05/2019.

Sudarmin Lapata yang kesehariannya sebagai petani mempertanyakan anggaran yang ada, karena saat ini seluruh petani yang ada di Desa Dulomo sangat membutuhkan bantuan dana untuk kepentingan penanaman jagung. Namun niat untuk mendapatkan dana itu tak urung tiba, sebab jawaban dari pengurus Bumdes dan Pemerintah Desa selalu sama UKS (Uang Kas Kosong).

“Sekarang kami sangat membutuhkan dana untuk pertanian, tapi selalu mendapatkan jawaban pengelola anggarannya belum keluar. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, namun alasanya pun sama.”kata Sudarmin.

Ia juga mengungkapkan telah menyampaikan keluahannya mereka kepada anggota DPRD Pohuwato namun oleh para Aleg hanya diminta untuk bersabar.

“Saya sudah pernah beberapa kali menyampaikan aspirasi ini kepada Ketua DPRD Pohuwato disaat beliau berkunjung didesa kami, dan beliau hanya selalu mengatakan sabar, pasti ada.”ungkap Sudarmin.

Sama halnya dengan Ucan Hamzah salah satu tokoh pemuda desa Dulomo mengatakan, sebagai masyarakat dirinya meminta kepada aparat penegak hukum dan lembaga pemeriksa ke uangan pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius dan tidak membuat masyarakat kecewa atas persoalan dugaan penyalahgunaan anggaran BUMDES.

“Selaku tokoh pemuda, saya meminta kepada aparatur penegak hukum maupun Lembaga aparatur Pemeriksa Internal Pemerintah Daerah untuk lebih memberikan perhatian serius dan menangani dengan serius terkait persoalan Bumdes Desa Dulomo, karena hari ini yang terjadi justru hanya memberikan kekecewaan kepada masyarakat karena normalisasi penggunaan dana Bumdes tidak jelas,”harap Ucan.(***TR).