Ini Sebabnya Pengurus Komite Sekolah SMKN 3 Bulukumba Pada Mengundurkan Diri

oleh
Pengurus komite Sekolah SMK Negeri 3 Bulukumba
Dok : Rapat Pengurus komite Sekolah SMK Negeri 3 Bulukumba, Rabu (21/3/2018) - Dok by G2

Sura Lidik Bulukumba– Pengurus Komite Sekolah SMK Negeri 3 Bulukumba di Lembang Desa Salemba Kecamatan Ujung Loe, ramai – ramai melakukan pengunduran diri dari kepengurusan pasca rapat yang di gelar di aula SMK Negeri 3 Bulukumba, pada hari selasa, 20/3/2018.

Rapat komite ini juga dihadiri langsung Kepala UPT Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah Bulukumba, Pengawas Pembina Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah Bulukumba, Kepala Sekolah dan staf pengajar SMK Negeri 3 Bulukumba, dan segenap pengurus komite sekolah membahas tindak lanjut dugaan pelanggaran oleh 2 orang siswi SMK Negeri 3 Bulukumba, yang di sinyalir telah melakukan pelanggaran berat.

Yusman Yunus, salah seorang pengurus komite SMK Negeri 3 Bulukumba dalam keterangan persnya saat di temui di salah satu warkop di bilangan kota bulukumba, Rabu 21/3/2018 mengecam pernyataan kepala UPT yang menilai gerakan sholat yang di lakukan oleh 2 orang siswi SMK Negeri 3 Bulukumba adalah sesuatu yang biasa – biasa saja,tak ada yang perlu di persoalkan, dirinya menilai kepala UPT terlalu arogan dan terkesan melindungi pelaku, harusnya kepala UPT mampu melahirkan solusi strategis pasca kejadian ini,memberikan pencerahan dan pembinaan, jangan malah sebaliknya membuat suasana jadi kacau, masa gerakan sholat sambil memainkan musik dan berjoget ria di anggap hal yang biasa, jujur saya sangat kecewa dan prihatin dengan kondisi ini, mereka datang dengan pernyataan yang menyakitkan yang memicu kemarahan pengurus komite,tuturnya dengan nada geram.

Di tempat terpisah, Ketua Komite Sekolah SMK Negeri 3 Bulukumba, Drs.Subair saat di konfirmasi via hand phone prihal kemundurannya juga membenarkan adanya aksi mundur berjamaah oleh pengurus komite, dirinya sangat geram dengan insiden pelanggaran yang di lakukan oleh 2 siswi tersebut, kami dari pengurus komite telah melakukan rapat internal terkait aksi pelecehan tersebut, dan pengurus sepakat untuk mengeluarkan rekomendasi bahwa siswi tersebut di kembalikan kepada kedua orang tuanya untuk di lakukan pembinaan, eh malah sebaliknya rekomendasi ini di mentahkan oleh kepala UPT, keputusan ini sangat di sayangkan, siswi yang di duga melakukan pelanggaran kok di lindungi, saya prihatin dan sangat bersedih dengan dunia pendidikan di negeri ini, dirinya tidak menyesal akan pengunduran diri yang di lakukannya, tutupnya. (gg)