banner 728x250

Pengurus The Professor One Jaya Bantaeng Dikukuhkan Oleh Muh Fathul Fauzi Nurdin

  • Bagikan
Foto Pengukuhan Pengurus The Professor One Jaya Bantaeng

suaralidik.com – Bantaeng. Bertempat di Hotel Kirei di Jalan Raya Lanto, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Muh Fathul Fauzi Nurdin mengukuhkan Pengurus The Professor One Jaya (TPOJ) Bantaeng pada Rabu (24/02/21).

Dia yang akrab disapa Uji Nurdin ataupun bos Uji, menyerahkan bendera TPOJ kepada Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) TPOJ Bantaeng, Muhammad Nurfajri. Dan disambut dengan penuh semangat sang Ketua untuk melanjutkan perjuangan Professor Nurdin Abdullah sebagai Gubernur SulSel di periode kedua (2024-2029).

banner 728x250

“Bissmillahirahmanir Rahim, kami menyerahkan bendera The Professor One Jaya untuk dikibarkan di seluruh pelosok desa Kabupaten Bantaeng”, tutur Uji.

Puluhan Pengurus dari Ketua, Sekretaris, Bendahara hingga Ketua Divisi dikukuhkan di podium yang sama, di mana mewakili seluruh anggota yang ada. Mengingat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak serta kapasitas podium.

Uji Nurdin lanjut menyampaikan sambutan, TPOJ baginya adalah pejuang yang diharapkan mampu mengawal program dan kegiatan Professor HM Nurdin Abdullah sebagai Gubernur SulSel saat ini. Selain itu, mampu membawa sang Professor untuk memimpin SulSel di periode kedua mendatang.

“Mudah-mudahan TPOJ ini bisa tetap mempertahankan rekor yang kita raih di 2018. Bantaeng mencapai perolehan suara terbanyak, pak Gubernur sendiri, ini harus kita pertahankan”, imbuhnya.

Pengukuhan itu bukanlah hal akhir, namun perjuangan panjang menanti di depan mata sejak dini. Ada 24 Kabupaten dan Kota yang akan dikukuhkan, targetnya hingga Juni 2021 sudah tuntas.

“Tabe’ (permisi) pak Ketua, mungkin sebenarnya pengukuhan ini hanya formalitas karena Saya lihat wajah-wajahnya pejuang 2008 semua ini. PejuangNA pak Gub dari pertama kali, Bapak (Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah) menjadi Bupati tahun 2008”, ujarnya.

Bergabung pula beberapa wajah baru, masih muda dan energik. Sejauh ini diketahuinya, TPOJ telah bekerja sebelum pengukuhan, diantaranya berupa kegiatan bagi-bagi nasi doa setiap hari Jum’at, bahkan membagikan nasi dos kepada para Santri Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu.

“Saya ingin mengucapkan, selamat kepada teman-teman TPOJ yang baru saja dikukuhkan. Mudah-mudahan TPOJ bisa menjadi contoh, Relawan yang betul-betul memberi nilai positif bagi masyarakat maupun lingkungannya”, imbuhnya.

Sementara itu, Fajri menyambut amanah dan tanggung jawab itu dengan sebuah optimisme.

“Inshaa Allah kami siap menjaga loyalitas dan mengabdikan diri untuk lembaga The Professor One Jaya Bantaeng”, kata Fajri yang sehari-hari berprofesi sebagai Lawyer (Pengacara).

Dia menjelaskan bagaimana TPOJ terbentuk dna berkiprah selama ini. Berawal sebagai komunitas bernama The Professor One. Lalu bertransformasi menjadi The Professor One Jaya sebagai lembaga resmi dan berbadan hukum.

Namun, hingga kini, The Professor One tetap ada. Keduanya eksis dan jalan berdampingan untuk mengawal Professor Nurdin Abdullah terus memajukan dan menjadikan SulSel semakin jaya, baik di periode pertama saat ini. maupun periode berikutnya.

“Berangkat dari kehebatan pak Professor Nurdin Abddullah memajukan Bantaeng selama 10 tahun, maka The Professor One Jaya seharusnya juga demikian. Alhamdulillah, apa yang kita rasakan di Kabupaten Bantaeng, juga bisa dirasakan masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya”, tandasnya.

Kiprah itu kemudian diharapkan Fajri dapat dilanjutkan sang anak Nurdin Abdullah. Tak lain, Uji Nurdin untuk memimpin Bantaeng di periode mendatang, dengan dalih bahwa Bantaeng tidak boleh lagi mundur dan terbelakang.

(Rusdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *