Penuhi Panggilan Bawaslu Kabgor, NP Harap Masalah Ini Akan Terbuka Ke Publik

oleh -
Foto : Bupati Gorontalo Prof Nelaon Pomalingo saat diperiksa Bawaslu Kabgor.(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo (NP) penuhi panggilan Bawaslu Kabupaten Gorontalo (kabgor) Rabu, 27/03/2019.

Bupati diundang Bawaslu untuk dimintai keterangannya terkait dugaan pengumpulan handphone dan kepala-kepala dusun serta mengintruksikan untuk memenangkan Partai atau salah satu calon, saat pelaksanan bimtek dikota Makasar belum lama ini.

Usai dimintai keterangan oleh pihak Bawaslu selama kurang lebih 40 menit, Bupati Gorontalo kepada awak media mengatakan, pihaknya meminta Bawaslu untuk membeberkan kebenaran kepada masyarakat, agar tak terjadi penafsiran yang salah pada dirinya.

“Setelah dikonfirmasi semua ini, saya mohon kepada Bawaslu sampaikan yang benar kepada masayatakat, agar tidak terjadi penafsiran-penafsiran yang tidak baik kepada saya atau siapa saja.”harap Bupati.

“Pengumpulan handphone dan kepala-kepala dusun, serta mengintruksikan agar memenangkan partai atau Hana Hasana Fadel Mohammat hingga 65 persen itu bohong dan firnah. Selaku warga negara tentunya taat hukum. Saya menyampaikan terimakasih kepada bawaslu,”sambung Prof Nelson.

NP juga menjelaskan, bimtek yang dilakukan di Makasar merupakan program Pemerintah Daerah dalam rangka peningkatan kapasitas. Agar para aparat punya wawasan dan semangat untuk bekerja lebih baik. Dan ini dilaksanakan sejak beliau menjadi Bupati bukan baru kali ini saja.

“Dalam berita acara, saya sudah sampaikan bahwa kepala dusun itu maksanakan bimtek di Makasar karena ini sudah menjadi program pemerintah daerah sejak awal saya jadi Bupati.”tegas NP.

Selain itu juga NP berharap kepada para elit politik, agar berbicara sesuai fakta dan data. Karena para elit politik merupakan panutan masyarakat.

“Dalam rangka mrnghadapi Pileg dan Pilpres mari kita mengayomi rakyat. Memberikan contoh yang baik agar tak terjadi gemuruh ditatanan masyarakat kita,”harap NP.

Ia juga menambahkan, bila terjadi masalah seperti ini, NP menyarankan agar melaporkan ke Bawaslu agara tak menjadi fitnah.

“Saya berharap bila terjadi masalah seperti ini laporkan ke Bawaslu atau pihak kepolisian kalau itu melanggar hukum agar bisa terang benderang apa yang dituduhkan,”tambah Prof Nelson.(***Rollink).