Perampasan Hak Milik YAPINUS di Negara Malaysia Mengundang Isu Nasional Pendidikan

oleh
Yapinus direbut pihak Pelda
Aliansi Peduli Pendidikan protes keras di depan kantor BP3TKI makassar terkait dengan perampasan hak YAPINUS sebagai yayasan pendidikan dan pemerhati anak-anak TKI di Malaysia

Jakarta, suaralidik.com – Pengembangan perampasan hak yang dilakukan perusahaan Felda banyak mengundang isu Nasional pendidikan. Isu tersebut membuat mahasiswa dan Lsm turun kejalan dan memperotes atas tindakan yang tidak manusiawi.

Contohnya di Sulawesi Selatan terdapat banyak keluarganya yang merantau atau menjadi TKI di Malaysia yang kini sedang protes dengan tindakan yang dilakukan oleh konsulat dan perusahaan Felda Plantations sembari  melakukan aksi demo didepan kantor BP3TKI Makassar.

Baca juga: Bersama APP, Lidik Pro Desak BP3TKI Makassar Hentikan Pengiriman TKI Ke Malaysia

Mereka mengindikasikan bahwa selama ini dengan berdirinya lembaga YPPAI (Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia.)/YAPINUS berdirinya 11 (sebelas) tahun tidak pernah tersentuh sama sekali bantuan penyaluran biaya pendidikan anak-anak TKI. Dengan tuntutan mereka agar KPK mengaudit  berkas-berkas yang dimiliki Konsulat.

Selain itu indikasi tersebut dicabutnya pendidikan SMP dan SMA yang dilakukan perusahaan Felda dikaitkan karena negara Malaysia masih membutuhkan tenaga kerja yang sekian ribu jiwa, sehingga akan terjadinya perbudakan kerja terhadap anak dibawah umur. Ada 6 (enam) poin tuntutan aksi aliansi peduli pendidikan dihadapan kantor BP3TKI Makassar yaitu :

  1. Mendesak BP3TKI Makassar untuk wilayah Regional Sulawesi, Maluku dan Papua untuk menghentikan proses penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia khususnya di perusahaan Felda Global Ventures
  2. Mendesak pemerintah dalam hal ini kementrian luar Negeri RI untuk segera memediasi pertemuan antara perusahaan Felda, konsulat dan YAPINUS/Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia untuk melakukan dialog secara terbuka agar tak ada pihak yang dirugikan
  3. Mendesak pemerintah pusat dalam hal ini yang terkait,agar segera memanggil pihak diplomat-konsulat yang terindikasi melakukan penyalahgunaan dana bantuan pendidikan anak-anak TKI di wilayah kerja KRI Tawau
  4. Mendesak pemerintah pusat untuk mencopot Diplomat-konsulat di Tawau
  5. Mendesak pemerintah pusat dalam hal ini, agar memberikan sangsi berupa teguran moral dan administrasi terkait tindakan komersialisasi pendidikan di Felda Sabah, Malaysia.
  6. Aliansi peduli pendidikan menginginkan pihak Felda dan Konsulat untuk tetap menggandeng YAPINUS untuk kelanjutan pendidikan anak-anak TKI di Felda Sabah, Malaysia.

Menurut salah satu aktivis dari Lidik Pro Harianto Syam, jika pemerintah indonesia tidak segera mengambil tindakan atas kasus perampasan yang dilakoni oknum konsulat dan perusahan Felda ini maka akan terus berlanjut aksi-aksi protes yang semakin membesar di seluruh indonesia.

“Kami dari Lidik Pro se-indonesia akan gelar aksi besar-besaran di Jakarta pusat dalam mencari keadilan atas perlakukan konsulat indonesia di Malaysia yang sudah mencederai YAPINUS sebagai yayasan pendidikan yang sudah banyak berbuat untuk anak-anak TKI di malaysia itu” Kesal Harianto Syam yang juga ketua Investigasi Lidik Pro ini.

“Aksi tersebut akan dilanjutkannya di Jakarta Pusat jika belum ada jalan keluar. Kami dari lembaga YAPINUS (Yayasan Peduli Insani Nusantara) dan Lidik Pro  menginginkan lembaga kami tetap berjalan untuk kepedulian kami terhadap anak-anak TKI di wilayah negara Malaysia.

Terkait karena TKI sangat mengenal baik pengurus yayasan dan di jadikan tokoh pemerhati bagi TKI sehingga adanya dugaan kriminalisasi unsur politik menjelang pemilihan 2019. Sehingga banyak yang dikorbankan karena lembaga yayasan kami tidak pernah tunduk oleh oknum yang mencederai demokrasi. (***BCHT)