banner 728x250

Peringati Hari Korban 40 Ribu Jiwa, Golkar Makassar Hadirkan Pejuang dan Keluarga.

  • Bagikan
Ketua DPD Golkar Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) Bersama Dengan Pengurus, Memperingati Hari Korban 40.000 Jiwa, di Sekretariat Partai Golkar Makassar, Jalan Lasinrang, Sabtu (11/12/2021).

Makassar, SuaraLidik.com – Momentum peringatan Hari Korban 40.000 jiwa yang diperingati setiap 11 Desember, yang merupakan peristiwa pembantaian puluhan ribuan rakyat Sulawesi Selatan oleh pasukan Belanda yang dipimpin Raymond Pierre Paul Westerling pada 74 tahun silam.

Mengenang tragedi itu juga turut menarik kepedulian DPD Partai Golkar Kota Makassar. Meski tak digelar seremonial, Ketua DPD II Partai Golkar Munafri Arifuddin mengemas momentum tersebut dengan cara melayani, berdiskusi, dan memberikan sedikit bingkisan sebagai bentuk kepedulian kepada korban.

banner 728x250

Peringatan ini tak lupa mengenang leluhur pahlawan dengan renungan doa bersama keluarga korban dan sejumlah legiun veteran, mantan pejuang kemerdekaan. Meski digelar terbatas, kegiatan ini tak mengurangi hikmat dari peringatan tersebut yang dilaksanakan di Sekretariat Partai Golkar Makassar, Jalan Lasinrang, Sabtu (11/12/2021).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir, mengaku pihaknya berkewajiban memperingati peristiwa kemanusiaan tersebut setiap tahun sesuai dengan instruksi langsung Ketua DPD II Golkar Munafri Arifuddin. Bentuk pelayanan yang diberikan keluarga korban yaitu, mendengar aspirasi dan keluh kesah mereka sebagai bentuk kepedulian.

“Renungan dan doa ini juga memberikan kesempatan pada keluarga korban untuk menyampaikan keluh kesah mereka yang insya allah Partai Golkar Kota Makassar melalui fraksi untuk memperjuagkan agar ada kepedulian pada mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, satu putri dari pejuang kemerdekaan, Daeng Regge, yakni Hajrah Regge yang menyampaikan apresiasi dan langkah Walikota Makassar yang tetap mengenang peristiwa kemanusiaan ini. Diketahui, nama Daeng Regge telah diabadikan namanya sebagai nama jalan di wilayah utara Kota Makassar.

“Jadi pemerintah kota bertanggung jawab soal upacarah karena kewajiban negara dan kami mengapresiasi langkah Pak Walikota untuk tetap mengenang peristiwa kemanusian ini. Agar kita semua tau dan faham akan tragedi kemanusian tersebut,” pungkas Wahab Tahir yang juga politisi senior Golkar ini.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *