Peringati Hari Pendidikan Nasional Dan May Day, BEM UG Gelar Aksi Damai

oleh -

Puluhan mahasiswa saat menggelar orasi depan gedung DPRD Kabgor,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo (UG) menggelar aksi damai depan kantor DPRD kabupaten Gorontalo, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional, Kamis 02/05/2019.

SMKN 1

Koordinator lapangan Muhammad Arifin pada orasi menyampaikan, hari buruh Internasional merupakan hari yang di peringati oleh seluruh buruh dengan cara turun kejalan demi memperjuangkan hak mereka.

“Kami minta laksanakan hak-hak buruh perempuan, dan lindungi buruh migran Indonesia, serta hapus sistem kerja kontrak, maupun sistem outsourcing, dan pemagangan. Tolak PKH dan kebijakan upah murah dan berlakukan upah layak nasional, sekaligus union-busting, dan kriminalisasi,”tegas Korlap.

Muhammad meminta, untuk mengadili dan memenjarakan pengusaha nakal. Berlakukan jaminan dan perlindungan sosial bukan asuransi sosial. Serta meminta pemerintah mensejahterakan rakyakyat dari hasil Sumber Daya Alam Negri ini.

“Lawan privatisasi, dan turunkan harga kebutuhan dasar rakyat, serta bangun industri nasional di bawah kontrol rakyat. Selain itu ciptakan pendidikan dan layanan kesehatan gratis yang berkualitas untuk seluruh rakyat,”tegas Muhammad.

“Marsinah merupakan pejuang para buruh yang rela mengorbankan nyawa demi memperjuangkan kesejahteraan buruh,”lanjut Muhammad.

Massa aksi yang diterima oleh Ketua komisi II Adnan Entengo bersama Anggota komisi III Asni Menu menyampaikan, pada reses nanti pihaknya akan mengunjungi Perusahaan demi mengambil sampel, dan mendengar keluhan para buruh.

“Untuk peningkatan kesejahteraan para buruh, segala tuntutan ini akan saya sampaikan kepada Pimpinan Dewan, guna diambil langkah kebijakan lebih lanjut.”tegas Ketua komisi II.

Mendengarkan menyampaikan Ketua komisi II, massa aksi akan menunggu Implementasi dari Janji-janji para Anggota Dewan, apabila tuntutan ini tidak di tindaklanjuti maka massa aksi akan turun kembali melakukan aksinya dengan jumlah yang lebih banyak lagi.(***Rollink).