Peringati Hari Tani Nasional, AGRA dan FPR Bulukumba Turunkan Ratusan Massa

oleh
Unjuk rasa dalam Peringatan Hari Tani nasional ke-56 di Bulukumba- SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com,BULUKUMBA– Sebanyak 500 orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bulukumba dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke -56, Selasa (27/9) sekitar pukul 10.00 Wita. Massa tersebut merupakan gabungan Front Perjuangan Rakyat (FPR), Aliansi Gerakan Reformasi Agraria (AGRA ), Himpunan Mahasiswa Islam( HMI ), IMM, PMII, LPM Sulsel, Lembaga Masyarakat Adat Lemo-Lemo, Kontras Sulawesi, Balang Institute, Solidaritas Serikat Pekerja Balangbesssi Estate, Serikat Pemuda Kahaya dengan Korlap Syahrir Bucek.

Dalam orasinya di depan Kantor Bupati tersebut, secara bergantian perwakilan masing-masing lembaga menyampaikan untuk menolak kebijakan dan reforma agraria palsu Jokowi – JK yang menindas dan menyengsarakan rakyat kaum tani dan rakyat Indonesia. Pengunjuk rasa juga mengatakan akan memperkuat persatuan tani dan solidaritas antar kaum tertindas untuk mewujudkan reforma agraria sejati.

FPR Bulukumba dalam orasinya menyerukan dan mendesak Pemerintahan Jokowi-JK untuk Stop Perampasan dan Monopoli Tanah, Hentikan Intimidasi, Kekerasan, Kriminalisasi Terhadap Kaum Tani dan Rakyat. FPR juga menegaskan untuk Bebaskan Tanpa Syarat Kaum Tani dan Rakyat yang telah di Kriminalisasi. Serta naikkan harga komoditas pertanian, dan turunkan harga kebutuhan produksi pertanian serta cabut berbagai jenis konsesi lahan skala luas perampas tanah, pelaku kekerasan dan kriminilisasi terhadap rakyat dan terakhir FPR meminta untuk membatalkan proyek infrastruktur pemerintahan Jokowi – JK yang merampas tanah rakyat dan yang biayai dengan utang luar negeri.

Tampak anak-anak dari kaum Tani dan Pekerja  dalam Aksi Unjuk rasa memperingati Hari Tani nasional ke-56 di depan kantor Bupati Bulukumba, selasa (27/9)- SUARALIDIK.com
Tampak anak-anak dari kaum Tani dan Pekerja dalam Aksi Unjuk rasa memperingati Hari Tani nasional ke-56 di depan kantor Bupati Bulukumba, selasa (27/9)- SUARALIDIK.com

FPR Bulukumba juga mengajukan 14 tuntutan diantaranya mendesak Pemerintah dan DPRD Kabupaten Bulukumba untuk secepatnya memfasilitasi dan memediasi semua persoalan agraria yang merugikan dan menyengsarakan rakyat Bulukumba, dengan membuat agenda – agenda kongkrit untuk menindak lanjuti tuntutan rakyat yang tertuang dalam pernyataan sikap ini, mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk mengembalikan 2000 Ha tanah masyarakat Bonto Bahari dan tanah ulayat lembaga masyarakat adat Lemo – lemo yang dirampas dan dijadikan kawasan Taman Hutan Raya (TAHURA) Bonto Bahari.

Poin tuntutan FPR Bulukumba berikutnya mendesak Pemkab Bulukumba dan Kemendagri untuk sesegera mungkin menindak lanjuti hasil verifikasi faktual yang telah dilaksanakakan oleh pemerintah dalam rangka penyelesaian kasus HGU Lonsum yang merupakan sengketa agraria antara masyarakat Kajang dengan PT. Lonsum di Bulukumba dan mendesak Pemkab Bulukumba untuk memediasi penyelesaian sengketa agraria antara masyarakat adat Bulukumpa Toa (Jawi – Jawi) dengan PT. Lonsum, serta menyerukan kepada Pemkab Bulukumba dan Pemprov Sulawesi Selatan untuk membuat regulasi tentang pengelolaan wilayah tangkap di perairan laut Bulukumba yang memberikan perlindungan dan rasa keadilan bagi nelayan tradisional/kecil di Bulukumba. dan mendesak Pemkab dan Kapolres Bulukumba untuk melakukan penindakan yang tegas terhadap pelaku illegal fishing yang beroperasi di perairan Bulukumba yang merusak ekosistem perairan dan menghancurkan wilayah tangkap nelayan tradisional Bulukumba.

Setelah berorasi, Pengunjuk rasa kemudian di terima oleh Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto. Tomy kemudian mengajak untuk berdiskusi di halaman kantor Bupati dimana dalam diskusi tersebut pengunjuk rasa memberikan pernyataan diantaranya terkait dengan PT.Lonsum Bulukumba dimana FPR menyampaikan akan memfasilitasi pekerja Perkebunan karet tersebutdengan data-data yang mereka miliki untuk di sampaikan kepada manajemen PT.Lonsum .

Aksi Unjuk Rasa memperingati Hari Tani Nasional ke-56 ini di kawal ketat aparat Kepolisian Polres Bulukumba bersama dengan Personil TNI dari Kodim 1411 Bulukumba dan Satpol PP.

REPORTER ; muhardi/andi awal

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com