Perkara E-KTP, Jaksa KPK Nilai Setya Novanto Mulai Terbuka

oleh

JAKARTA.Suaralidik.Com – Perkembangan ternyar dari kasus E-KTP kian menarik. Terdakwa Setya Novanto, menurut Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons positif pengakuan terdakwa.

Setya Novanto yang membenarkan suaranya dalam bukti percakapan yang disadap KPK bahkan diperdengarkan di sidang Kamis (22/2) lalu.

Percakapan itu bagian dari ‎pertemuan antara Setya Novanto, Andi Nagorong dan Johanes Marliem di rumah Setya Novanto membahas commitment fee proyek e-KTP.

“Saya ada catatan, sidang hari kamis lalu ada yang belum saya sampaikan kepada Yang Mulia bahwa memang betul suara saya pada pertemuan Johanes Marliem dan Andi Narogong, itu sudah saya sampaikan. Laporan saya ini kepada penyidik,” kata Setya Novanto mengakui suaranya.

Seperti yang dilansir dari Tribunnews.Com, dikatakan bahwa Jaksa KPK, Irene Putri menyebutkan adanya pengakuan itu, berarti membenarkan bahwa e-KTP memang akan di-mark up dan ada fee untuk DPR.

“Dia (Setya Novanto) benarkan pertemuan 12 Februari antara dia, Andi dan Marliem. Di pertemuan itu sudah kami putar, ada desain bahwa e-KTP ini kemudian akan di-mark up dan ada fee untuk DPR‎. Saya kira Setya Novanto sudah mulai terbuka,” terang Irene, Senin (26/2/2018) kemarin di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Masih seperti yang diberitakan Tribunnews.Com, bahwa ketika dikonfirmasi soal keterlibatan Setya Novanto mengintervensi anggaran yang selalu dijawab tidak oleh para saksi, Irene tidak mempermasalahkan.

“Saya kira Setya Novanto sendiri kan sudah mengakui pertemuan di rumahnya sendiri. Menurut saya itu sudah pengakuan yang jelas bahwa memang dia bagian dari skema ini,” tegas Irene.

Irene menambahkan keterlibatan Setya Novanto sebelumnya juga telah diungkap oleh saksi lain seperti Irman hingga eks Sekjen Kemendagri, Diah.

“Bahkan Ganjar Pranowo kan soal pertemuan di Bali. Kemudian Andi juga cerita, Chairuman juga membenarkan bahwa dia mengenal Andi di ruangannya Setya Novanto,” kata Irene.(Theresia Felisiani/iqbal)