banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Permasalahan Air di Perumahan BTP, PDAM Makassar Menduga Ada Sabotase

Perumda Air Minum Kota
Penjabat Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar, SH, Turun Langsung Menemui Masyarakat Terkait Permasalahan Air, di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kota Makassar, Minggu 19 Juni 2022.

Makassar, SuaraLidik.com – Belum selesainya penyelesaian keluhan pelanggan di Perumahan BTP khususnya Blok H, Kelurahan Buntusu, mendapat atensi yang sangat serius dari manajemen Perumda Air Minum Kota Makassar.

Penjabat Direktur Utama, Beni Iskandar, SH bahkan turun langsung menemui masyarakat di daerah tersebut untuk mendengar dan melihat situasi supply air dengan membawa serta pejabat yang ditunjuk sebagai penanggungjawab dalam penanganan soal keluhan warga.

Dalam kunjungannya, Beni Iskandar menjelaskan bahwa, ada beberapa kejanggalan yang ditemui dilapangan yang dirasakan tidak sesuai dengan yang diadukan.

“Petugas kami sudah mau melakukan tindakan dan kegiatan lapangan tapi terkendala tidak sepakatnya beberapa warga jika dilakukan penggalian, padahal ini kan kita mau carikan solusi, malah petugas dilarang menggali,” ujar Beni, Minggu (19/06/2022).

“Pipa yang akan kita koneksi ini merupakan pipa induk, akan tetapi sudah di cor atau dilakukan peremajaan jalan berupa pengecoran. Kita kan kalau selesai dikerjakan akan diperbaiki kembali tapi dihalangi oleh beberapa oknum warga yang mengatasnamakan tokoh masyarakat, padahal yang memberi izin ini kan Ketua RT/RW,” jelasnya.

Lanjut Beni menambahkan, ada juga kejadian yang kami sinyalir dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dimana pipa pembuangan udara yang selama ini dipakai untuk memasukkan air dari mobil tangki atau membuang udara itu di lem permanen, sehingga tidak bisa terbuka dan tidak ada warga lain yang mengetahuinya.

“Inikan indikasi ada sabotase yang memang tidak mau air dilokasi itu menjadi merata dan normal,” katanya.

Berdasarkan penelusuran petugas lapangan kami, pihak-pihak yang menghalangi ini diduga ada hubungannya dengan berakhirnya masa jabatan RT/RW. Sebelumnya yang masih tidak terima mereka diganti dan menghasut serta memprovokasi warga lain untuk tidak memberikan izin penggalian dengan alasan jalan bisa rusak dan akses warga terganggu.

“Sementara kita adakan penelusuran jika memang terbukti ada sabotase sesuai dugaan warga, maka kami tidak akan tinggal diam dan akan melaporkan ke pihak kepolisian,” tegas Beni Iskandar.

Setelah melakukan pendekatan dan pemufakatan dengan Ketua RT dan RW, akhirnya petugas kami bisa diberikan izin menggali, tetapi kami tetap berharap agar jangan ada lagi pihak lain yang memberikan informasi sesat bahwa PDAM sengaja tidak menindaklanjuti keluhan warga.

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan melakukan perbaikan dan mengupayakan semaksimal mungkin agar seluruh blok dapat menikmati air kembali secara normal, karena kami sudah punya pemetaan dan isolasi supply air didaerah tersebut,” pungkasnya.(*)