Persembahan Syahbandy Dg Tapau Puisi “SAJAK TUKANG BECAK”

oleh

SAJAK TUKANG BECAK

 

Terdengar langkah kecil bergemuruh di subuh buta

Saat semua manusia masih lelap  bercumbu dengan mimpi

Desah nafas kejar mengejar berpacu mengiringi roda becak

Menembus peradaban kota yang kejam demi sesuap nasi anak dan isteri

 

Tak ada kata dingin diantara  butiran hujan yang berguguran

Tiada pula sebutan panas dibawah terik matahari yang membakar

Roda becak tetap dikayuh menyusuri ribuan lengan jalan

Membantai teka-teki hidup dan kehidupan yang takkan pernah berkesudahan

 

Roda becak terus berputar diantara usia senja yang hampir usai

Merobek ketiak waktu bersama butiran keringat yang berjatuhan

Roda becak takkan pernah berhenti berputar dan terus akan berputar

Meski mati telah berkemas dan menanti digerbang ajal


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama