Pertanian Program Prioritas Pemda gorontalo Di APBD Perubahan Tahun Anggaran 2018

oleh
Photo : Bupati Gorontalo Prof Dr Ir Nelson Pomalingo MPD Saat Menyerahkan dokumen RANPERDA Kabupaten Gorontalo Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan T.A 2018 kepada Ketua DPRD Kab.Gorontalo Sahmid Hemu.selasa 04/09/2018, diruang rapat DPRD. Foto Irvan humas)

Gorontalo, Suaralidik.Com – Bupati kabupaten gorontalo Prof Dr Ir Nelson Pomalingo MPD akan memprioritaskan progaram pertanian dalam usulan ranperda APBD Perubahan 2018.

Hal ini disampaikan bupati gorontalo usai melaksanakan paripurna bersama DPRD kabupaten gorontalo terkait pembahasan RANPERDA Kabupaten Gorontalo Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan T.A 2018, selasa 04/09/2018 diruang rapat DPRD kabupaten gorontalo.

Paripurna kali ini dihadiri hampair seluruh anggota DPRD kabupaten gorontalo, Sekda Ir.Hadijah U Tayeb,asisten ll, Pimpinan OPD dan camat Se Kabupaten Gorontalo, Kemenag, perwakilan Polres Gorontalo, yonif 713, Ketua MUI, unsur akademisi dan perwakilan kejati.

Ditemui usai paripurna bupati mengatakan di APBDP TA 2018 ini pihaknya memprioritaskan program pertanian, mengingat musim kemarau pemerintah harus menjaga kestabilan pangan.

“Saya sudah instrusikan kadis pertanian agar segera melakuan pengolahan tanah, karena kita harus menjaga struktur tanah, dan sekaligus memperbaiki irigasi molalahu yang sudah rusak, meski sebelumnya telah dirancanakan pada anggaran 2019 nanti.”tegas bupati

Pihaknya mengakui setelah menghitung kembali perbaikan penanggulangan sementara irigasi tersebut hanya memakan anggaranencapai 700 juta. Dan apa bila tidak diperbaiki tahun ini mereka akan gagal panen untuk ke tiga kalinya.

“Mereka sudah dua kali gagal panen, dan sekali panen dapat menghasilkan 25 M, dalam arti kita akan merungi 75 M jika kita memperbaikinya tahun depan. Inilah cara cara inovatif yang perlu kita lakukan”beber Prof Nelson

Terkait peralatan alsintan yang tidak sepadan dengan luas lahan, Prof nelson mengatakan pihaknya mengakui telah mengoptimalkan hal tersebut.

“Memang tidak sepadan tapi kita optimalkan, sehingganya saya berharap kemandirian petani, petani jangan bergantung pada alat, dulu belum ada alat petani jalan terus apalagi sudah memiliki alat, maka kita akan optimalkan, sehingga pertanian kita menjadi maksimal.”tutup bupati gorontalo.(***RDJ)