Perusahaan Di Bawah Naungannya Dicatut Instalatir Tak Dikenal, Pihak DPC Aklindo Geram

oleh

suaralidik.com, Bulukumba–Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (DPC Aklindo) untuk wilayah kerja Bulukumba dan Sinjai, geram. Hal ini dipicu adanya dugaan salah satu CV yang berada di bawah naungannya, di catut pihak tak dikenal.

CV. Nurhikma Mandiri, beralamat di Jl. Jendral Sudirman Kabupaten Sinjai, di catut oleh salah seorang instalatir yang diketahui tidak resmi. Indikasi temuan ini berada di wilayah kerja PT. PLN Panrita Lopi Kabupaten Bulukumba.

Para pengurus Aklindo kemudian menggelar rapat internal guna mengkaji tindak lanjut terkait indikasi pencatutan ini. Pertemuan berlangsung di warkop Assos, Jl. Kartini, Kabupaten Sinjai, Senin (11/12) tadi.

Direktur CV. Nurhikma Mandiri yang juga merangkap Ketua DPC Aklindo, Jamaluddin, sangat geram dengan adanya instalatir liar yang telah melakukan aktivitas pekerjaan instalasi dengan mengatas namakan CV. Nurhikma Mandiri ini.

“Perbuatan ini sangat merugikan perusahaan dan Asosiasi, mereka seenaknya mencari keuntungan di atas kerugian orang lain.” Ujar Jamaliddin saat dikonfirmasi melalui telepon selular.

Ia memastikan dirinya tidak akan tinggal diam dalam menyikapi indikasi kasus ini. Menurutnya, praktek ilegal seperti ini tak bisa di biarkan. Ia juga menmbahkan, perbuatan melanggar hukum harus dengan sanksi hukum.

Selain itu, Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rekan – rekan kordinator lintas Asosiasi atas bantuan mereka dalam mengawasi para instalatir ilegal.

Di tempat yang sama, Sekretaris DPC. Aklindo, Syamsul Arif, juga sangat menyayangkan adanya praktek pekerjaan instalasi listrik yang di kerjakan oleh instalatir tanpa adanya badan usaha atau badan hukum yang mengawasi.

“Ini sudah jelas bentuk pelanggaran Peraturan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, Permen ESDM No. 12 Tahun 2016, Tentang Pekerjaan Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Listrik harus di kerjakan oleh Perusahaan yang memiliki Sertifikat Badan Usaha Jasa Kelistrikan, di mana Perusahaan tersebut terakreditasi di Direktoral Jenderal Ketenagalistrikan Republik Indonesia (DJK RI).” Jelas Syamsul.

Ia juga menyesalkan kinerja Lembaga Inspeksi Teknik, dalam hal ini Lembaga Pengawas dan Penerbit Sertifikat Laik Operasi ( SLO) PT. Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PT. PPILN) area Bulukumba yang terindikasi tidak menjalankan fungsinya dengan menerbitkan SLO tanpa didasari Gambar Instalasi Listrik (GIL) yang berpotensi merugikan pengguna instalasi. Menurutnya, praktek ini juga sebagai bentuk pembangkangan amanat Permen ESDM No. 10 Tahun 2016, Tentang penerbitan SLO yang harus di dasari oleh Gambar Instalasi Listrik yang di keluarkan oleh Perusahaan Instalasi yang Bersertifikat Badan Usaha.

Syamsul Arif bahkan mencurigai adanya konspirasi antara LIT dan instalatir ilegal, sehingga pencatutan perusahaan marak terjadi.

“Terkait adanya indikasi temuan ini, kami di Aklindo bersepakat akan melakukan investigasi dan mengumpulkan alat bukti untuk di tindak lanjuti dalam bentuk pelaporan kepada pihak berwenang. Kami tidak akan main – main dengan permasalahan ini, harus ada efek jera agar kasus serupa tak akan terjadi di kemudian hari.” Tegasnya kepada tim Suara Lidik.

Syamsul kemudian menginstruksikan kepada segenap instalatir untuk taat aturan dan mengedepankan profesionalisme. Menurutnya, hal ini sudah seharusnya dilakukan agar tidak terjadi penipuan kepada pengguna instalasi dan pembodohan kepada pihak PT. PLN. (gg)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama