Pesan Ramadhan 1438 H  “Jangan Pergi”

oleh
Ilustrasi
Ilustrasi

SUARALIDIK.com — Suasana Ramadhan semakin menimbulkan kesedihan bagi sebagian orang. Mereka sangat sedih akan berpisah dengan Ramadhan. Suasana shalat malam yang sudah pada juz-juz terakhir (surat-surat Makkiiyah) semakin menambah kesedihan. Mereka belum rela akan melepaskan Ramadhan. Keasyikan beribadah, kekhusu’an Shalat seperti telah menyatu dengan mereka. Dalam hati mereka ada kalimat: “Oh Ramadhan, jangan engkau pergi.”

Ilustrasi
Ilustrasi

Di akhir-akhir Ramadhan ini memang terlihat aktifitas yang sangat padat di berbagai tempat. Di Bandara sangat padat dengan penumpang yang ingin pulang kampung. Di pasar-pasar dan mal-mal juga terlihat padat dengan kaum muslimin yang sudah tidak sabar lagi ingin berlebaran dengan pakaian dan perrlengkapan baru.

Di mesjid-mesjid terdapat juga mereka yang masih mencintai Ramadhan. Mereka tetap semangat untuk beribadah di bulan yang sangat mulia ini. Kapan lagi. Belum tentu akan ketemu di tahun depan.

Allah telah menjanjikan limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya di bulan yang sangat mulia ini. Di malam-malam terakhir ini ada janji malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Bagi mereka yang beribadah di malam ini maka sama seperti orang yang beribadah selama 83 tahun.

Periode waktu yang hampir menyamai rata-rata usia manusia di negara maju. Di malam-malam terakhir ini ada doa pengampunan yang patut dibaca dengan penuh kesungguhan. Sungguh suatu fasilitas yang sangat disayangkan kalau dibiarkan berlalu begitu saja.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr. Wamaa adraakamaa laitul qadr. Lailatul qadri khairum min alfi sahr. (QS Al-Qadr 97:1-3). Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada 1000 bulan. (KEMAL)