Petani Pilohayanga Bakar Lahan, Kadis Pertanian : Itu Bentuk Keputus Asaan Mereka

oleh -
Kadis pertanian dan petani
Foto : Kadis Pertanian Kabupaten Gorontalo/salah satu petani sedang membakar persemaian,(foto istimewa).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Menanggapi ulah petani Pilohayanga Kecamatan Telaga yang membakar lahannya, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmat Pomalingo menjelaskan, hal tersebut merupakan bentuk keputus asaan mereka terhadap sulitnya mendapatkan air untuk mengairi lahan persawahan.

“Selah dikonfirmasi ternyata yang dibakar adalah bekas persemaian. Alasan mereka melakukan hal tersebut karena ke terputus asaan, sebab tidak ada gambaran dari Balai Wilyah Sungai (BWS) yang sementara mengerjakan pekerjaan di tempat itu untuk mengalirkan air,”kata Kadis saat disambangi media ini diruang kerjanya, Rabu 04/09/2019.

Sebelumnya telah beredar bahwa petani yang membakar lahan padi tersebut disebabkan oleh keputus asaan mereka di masa musim kemarau. Karena bibit padi yang telah di tanam tak kunjung mendapatkan suplay air yang cukup.

Rahmat Pomalingo mengungkapkan, sebelumnya telah terjadi kesepakatan antara pemerintah dengan petani untuk belum menanam karena irigasi akan diperbaiki oleh pihak BWS.

“Namun sebelum perjanjian dibuat, ada 4 kelompok tani dari 44 kelompok di kecamatan telaga cs telah melakukan penanaman terlebih dahulu dengan luas lahan sekitar 85 hektar,”ungkap Rahmat.

“Jika mereka tidak mendapatkan suplay air selama satu minggu, sudah dipastikan tanaman mereka akan punah. Dan itu yang membuat mereka putus asa,”sambung Rahmat.

Dirinya menambahkan, pihaknya telah mempertemukan petani dengan pihak bws untuk mencari solusi agar lahan 85 hektar tersebut bisa diselamatkan.

“Alhamdulillah telah lahir kesepakatan, BWS akan memacu pekerjaan perbaikan saluran dengan mendahulukan pekerjaan lantai dan koporan, sementara air akan dilepas untuk mengairi lahan para petani,”tutur Rahmat.

“Jika dihitung lahan yang 85 hektar itu dialirkan air selma 5 hingga 10 hari diperkirakan akan selamat. Dan itu tidak mengganggu pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung,”lanjut Rahmat,(Rollink).