PHK Sepihak LMPI Sul-Sel & GSBMI Akan Laporkan Pimpinan PT. Sinar Surya Cemerlang Ke Polda Sul-Sel

oleh
LMPI Sul-Sel saat

Lidik Makassar – Sebanyak 8 buruh PT. Sinar Surya Cemerlang yang bergerak pada bidang usaha distributor consumer goods, foods, cosmetics yang beralamat di jalan irian 161/B-10 kota makassar yakni Simson, Adi, Alpin,Askar, Yonas, Alex, Tomas dan Pandi mengadukan nasibnya di markas daerah laskar merah putih indonesia (LMPI) sulawesi selatan setelah mendapat surat pemutusan hubungan kerja dari kalvin said selaku manager perusahaan PT. Sinar Surya Cemerlang. Makassar, senin (13/03/2017)

lakukan PHK Sepihak LMPI Sul-Sel dan DPP GSBMI Akan Laporkan Pimpinan PT. Sinar Surya Cemerlang Ke Polda Sul-Sel

Tekait Hal tersebut ketua LMPI Sul-Sel Andi Nur Alim mengatakan akan mendampingi 8 buruh  yang sudah bekerja 10 bulan sampai dengan 9 tahun karena 8 buruh ini  tidak mendapatkan pesangon dari perusahaan termasuk haknya sebagai buruh tidak terpenuhi.

Beberapa kewajiban perusahaan yang tidak di penuhi selama ini yakni hak normatif berupa upah minimum, BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan serta dana lembur dan curi serta jam kerja tidak sesuai, ungkap andi nur alim.

Sedana dengan ketua dewan pimpinan pusat gabungan serikat buruh mandiri indonesia (GSBMI) Agus Toding juga mengatakan akan mengawal 8 buruh yang di PHK sepihak bersama LMPI sulsel melaporkan ondir tomas pimpinan dan kalvin said selaku manager PT.Sinar Surya Cemerlang ke polda sulsel sesuai pelanggaran  perusahaan yang tercantum dalam undang-undang nomor 13  tahun 2003 tentang ketenagakerjaan apabila tidak mengakomodir kembali 8 buruh yang di phk tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Mada LMPI Sul-Sel dan DPP. GSBMI telah mengumpulkan beberapa bukti yang dinilai telah di langgar perusahaan PT. Sinar Surya Cemerlang salah satunya pelarangan buruh berserikat dengan melakukan intimidasi dan phk tanpa surat peringatan terlebih dahulu padahal buruh dan pekerja berserikat di atur dalam undang-undang 21 tahun 2004 tentang Pembentukan serikat buruh dan pekerja.

Editor : Adhe


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama