Pildes: Ruslan Menggugat Panitia Penjaringan Calon Desa di Bulukumba

oleh

RUslan

 

Lidik Bulukumba News

Penjaringan Calon Kepala Desa di Kabupaten Bulukumba diwarnai protes.

Salahseorang Peserta yang ikut seleksi melalui penjaringan calon desa Kabupaten Bulukumba adalah Ruslan yang berasal dari Desa Tammatto Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba, yang kini menggugat Panitia Penjaringan Bakal Calon Desa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), karena dirinya tidak diloloskan sebagai bakal calon desa di Bulukumba dengan alasan mantan napi.

Rulan Mengakui bahwa memang dirinya pernah menjalani hukuman 3 Bulan 15 hari. Yang ancaman pidananya 2 tahun 8 bulan, jadi bukan sesuatau yang diatur oleh pasal 20, pada perda kabupaten bulukumba.

Kata Ruslan, “saya menduga bahwa panitia penjaringan ini diskriminatif dan ada permainan, padahal ada calon Desa lainnya pernah dipenjara karena terlibat kasus narkoba tetapi tidak digugurkan oleh panitia. Ini tidak adil bagi kami, dari hal itulah makanya kami menggugat,” kata Ruslan.

Ada tiga pengacara Sulsel dan satu lokal Bulukumba yang bakal mendampingi Ruslan.

Keempat pengacara tersebut adalah Djalaluddin Djalil, Andi Cakra, dan Muh Yusuf Rukka. Sedang seorang pengacara lokal Bulukumba yaitu Andi Kahar Mappasomba.

Pihak Panitia Penjaringan Pemilihan Desa, yang merasa tidak puas terhadap keputusan panitia, mempersilahkan setiap balon untuk menggugat. Sedang tahapan harus jalan terus, jelas Kepala Dinas Pemrintahan dan Pemberdayaan Desa.

#AL