Pilkada 2018, IPI Prediksi Tujuh Daerah Yang Miliki Petahana

oleh
Suwadi Idris Amir, Direktur Eksekutif PT.Indeks Politika Indonesia ( IPI )

SUARALIDIK.com, MAKASSAR – Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir memberikan analisis terkait peta kekuatan di tujuh kabupaten kota yang dipilkada serentak 2018 dihelat dengan diikuti petahana atau incumbent.

Ketujuh daerah tersebut adalah kota Makassar, kota Pare-Pare, kota Palopo, kabupaten Jeneponto, Sinjai, Bone, dan Enrekang, lalu seperti apa peta kekuatan versi lembaga PT IPI ??

Pilwakot di kota Makassar dimana incumbent Moh. Ramdhan Pomantho (DP) akan sangat kuat jika kembali maju utuh dengan wakil walikota saat ini yaitu Syamsul Rijal (Daeng Ical),” urai Suwadi. Namun jika berpisah, IPI memastikan  pilwalkot Makassar masih dinamis,  “Ini artinya incumbent masih butuh kerja keras untuk melawan Daeng Ical. Dimana sosok Irman Yasin Limpo yang juga memiliki kemampuan merepotkan DP” paparnya, melalui Instan Messenger kepada SuaraLidik.com, Minggu (23/10) malam.

Suwadi Idris Amir
Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir ( ISt ) /SUARALIDIK.com

Dipilwalkot Pare-Pare, IPI memberikan prediksi adanya pecah kongsi Incumbent Walikota Taufan Pawe (TP) dan wakilnya Andi Faizal Sapada, akan berjalan dinamis, ”  karena  selain Andi Faizal pengganggu, Incumbent akan kerja keras jika berhadapan kembali dengan Taquddin Jabbar (TQ), sebab incumbent yang tak utuh membuat celah besar bagi petahana dan cukup menguntungkan TQ ”  IPI saat ini memiliki data, TQ berada diurutan kedua tertinggi elektabilitas-nya.

Demikian halnya Dipilwalkot Palopo juga diprediksi pecah kongsi antara incumbent walikota Judas Amir dan Wakilnya Dr Ome. Pecah kongsi tersebut membuat pilwalkot Palopo akan dinamis, sebab Wawali Dr Ome dan Haidar Basir kekuatannya tidak beda jauh dari incumbent Judas Amir.

Sementara itu untuk Pilkada Jeneponto, menurut IPI jika  incumbent maju utuh yakni Bupati Iksan Iskandar dan wakil Mulyadi Mustamu maka pasangan petahana tersebut akan kembali menang sebab survei IPI jika maju utuh mereka berada diangka 60 persenan.  “Sebuah angka kuat bagi petahana, namun jika berpisah, maka akan terjadi pertarungan sengit antara incumbent Iksan Iskandar dan wakilnya Mulyadi Mustamu, sebab berdasarkan data IPI, hanya wakil bupati lawan kuat incumbent bupati Jeneponto” beber Suwadi.

Lain halnya dengan Pilkada Sinjai yang menurut IPI, akan berjalan dinamis sebab incumbent Bupati Sabirin Yahya bersama Wakil Bupati Andi Fajar Yanwar tergolong lemah dan kini muncul nama-nama penantang yang menyaingi elektabilitas Incumbent Sabirin Yahya,

Di Pilkada Sinjai kembai muncul nama yang mengancam Incumbent, yaitu  Andi Seto Gadista Asapa dan Andi Mahyanto Masda. Selain itu terdapat nama -nama baru seperti  Andi Harun dan Mappabali.” urai Direktur Eksekutif IPI tersebut. Menurut data survei terbaru IPI , pilkada Sinjai paling dinamis, karena semua punya potensi menang baik incumbent bupati dan wakil maupun penantang.

Dipilkada Bone incumbent Bupati Andi Fahsar Padjalangi akan kembali menang sebab elektabilitas nya saat ini sudah diangka 70 persen dan tidak ada figur mumpuni yang muncul yang bisa melawannya. ” Jadi incumbent Bupati Bone bersama wakilnya saat ini maupun tidak tidak berpengaruh lagi, karna sudah masuk zona aman berdasarkan data IPI

Terakhir di Pilkada Enrekang incumbent Muslimin Bando masih perlu kerja keras, sebab tingkat kepuasan masyarakat Enrekang terhadap kinerjanya tergolong rendah, artinya kinerjanya dianggap kurang bagus.  ” Muslimin Bando  maju bersama wakilnya atau tidak, sang petahana  tetap harus kerja keras kembali, artinya pilkada Enrekang juga tergolong dinamis, namun masih terbuka harapan jika tidak ada lawannya yang kuat maju” tambah Suwadi.

Itulah kondisi tujuh daerah yang dipilkada 2018 diikuti yang petahana menurut analisa Direktur IPI. Namun Suwadi mengingatkan kepada semua kontestan Pilkada kalau jangan mengabaikan kerja kerja politik riil. ” Tetap dengan bekerja keras, kerja cerdas dan perbanyak silaturahmi ke masyarakat” kuncinya.

REDAKSI ; suaralidik.com-andi awal