Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Sulsel Menyatakan Sikap Untuk Ahok dan Presiden RI

oleh

SuaraLidik.com — Pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan pun akhirnya mengeluarkan surat pernyataan sikap tentang Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur Petahana DKI Jakarta) yang dianggapnya telah melakukan penistaan Agama.

 

Wahyudin Abbullah (Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel) Dalam pernyataannya mengatakan, Ahok sebagai Gubernur Jakarta Telah Melakukan penistaan agama yang menyinggung surat Al maidah ayat 51, itu terjadi saat di Kepulauan Seribu, Selasa/27/September/2016.

Dalam pernyataan sikapnya menyatakan beberapa hal, bahwa:

1. Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama dalam pernyataannya telah melakukan perbuatan tercela, karena melakukan sesuatu melampaui kapasitasnya dan telah membuat kegaduhan dan kepanikan sosial masyarakat.

2. Pernyataan Ahok adalah bentuk penghinaan dan penistaan agama Islam, karena menuduh Al Quran berbohong dan sebagai ulama pembohong dalam memilih pemimpin diluar Islam.

3. Pernyataan Ahok dapat memicu rawannya konflik antara masyarakat, karena merusak persatuan bangsa yang heterogen, dengan membenturkan perbedaan agama, ras, dan suku.

4. Mendesak Pihak Kepolisian Republik Indonesia, agar memeriksa dan menangkap Ahok dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, sebagai bukti bahwa pihak kepolisian tegas dan tidak tebang pilih dalam melaksanakan penegakan hukum.

5. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk tidak mengintervensi masalah Hukum pada Ahok, dan memberi keluasa. Kepada Polri untuk memeriksa dan menangkap Ahok, sebagai bukti pemerintah Republik Indonesia lebih mendahulukan keadilan dan kebenaran hukum.

Demikian pernyataan sikap Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel yang di sampaikan kepada wartawan Suaralidik.com, (Minggu/30/Oktober/2016)

Terlihat Cap Stempel dan Tanda Tangan atas nama Mahyuddin Abbullah dan Sekretaris Muhammad Basir MBS pada pernyataan sikap tersebut.

Pernyataan Sikap Pemuda Muhammadiyah Sulsel.
Pernyataan Sikap Pemuda Muhammadiyah Sulsel.

 

ahok-ngamuk

 

ahok