banner 728x250

Plt Kabid Humas Polda Sulsel Gelar Press Release Penangkapan Tersangka Teroris Di Wilayah Lutim

  • Bagikan
Plt Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Ade Indrawan, Saat Menggelar Press Release Tersangka Teroris di Lutim, di Mapolda Sulsel, Rabu (01/12/2021).

Makassar, SuaraLidik.com – Plt Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Ade Indrawan memimpin Press Release penangkapan 2 orang terduga anggota Jamaah Islamiya, di wilayah Luwu Timur yakni MU dan MM. Keduanya ditangkap di 2 lokasi berbeda. MU di tangkap di Dusun Kuwarasan Tomoni Lutim, Rabu 24 November 2021, dan MM pada hari Jumat 26 November 2021 di Dusun Pasi-Pasi Malili Lutim Sulsel.

Plt Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Ade Indrawan mengungkapkan, kedua tersangka merupakan anggota Toliah wilayah Sulawesi yang berada di bawah HP yang dalam struktur Jamaah Islamiyah Heri yang merupakan Qoid Wakalah Sulawesi dan tergabung dalam Tim Askari. Keduanya pun telah berbaiat kepada Amir Jamaah Islamiyah yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

banner 728x250

Kombes Ade Indrawan membeberkan pula rangkaian perbuatan para tersangka, tersangka MU Tahun 2010 menerima paket senjata api (Senpi) berupa 1 pucuk senjata FNC/SS1 dan Baby M16 dari RE dan Papa Fitri. Selanjutnya kedua senjata api tersebut diberikan kepada HP yang mana pada tahun 2011-2012 senjata api tersebut digunakan anggota Jamaah Islamiyah untuk pelatihan di Kolaka Sulawesi Tenggara.

Lalu pada tahun 2010, menerima paket amunisi yang kemudian diserahkan untuk digunakan Tadrib di Kolaka dan berperan mencari lahan untuk digunakan Tadrib di Kolaka Sulawesi Tenggara. Dia juga beberapa kali mengikuti pertemuan dengan anggota Jamaah Islamiyah Jawa Tengah.

Sementara itu perbuatan tersangka MM, pada tahun 2003, melakukan uji coba senjata M16 bersama rekannya BH dari Jatim di daerah laut Teluk Bone. Pada tahun 2004 melakukan survei di daerah gunung Bulu Poloe untuk digunakan pelatihan bagi anggota Jamaah Islamiyah. Di tahun yang sama MM dan BH juga menggelar latihan di Gunung Walenrang menggunakan senjata api.

Tersangka MM pada tahun 2006 membuat tempat penyimpanan senjata dari gorong-gorong di bawah tanah kebun miliknya di daerah Pasi-Pasi Lutim, yang mana Amir Jamaah Islamiyah HP pernah menyimpan senjata ditempat tersebut.

Kemudian Tahun 2008, melakukan pelatihan dengan aktivitas fisik dan juga diisi dengan pengenalan senjata api melalui gambar.

“Jadi kedua tersangka MU dan MM merupakan anggota Jamaah Islamiyah yang merupakan organisasi terlarang sesuai putusan pengadilan. Mereka bergabung dengan organisasi Jamaah Islamiyah sejak tahun 2003 hingga saat ini. Keduanya pernah merencanakan untuk melakukan aksi fa’i/ perampokan,” ujar Ade, Rabu (01/12/2021).

Menurut Plt Kabid Humas Polda Sulsel, kedua tersangka ini masih ada kaitannya dengan 3 orang yang ditangkap di Lutim dan 12 orang di Poso pada agustus 2021 lalu, termasuk yang ditangkap di Riau, Jateng dan Jatim.

Adapun barang bukti yang disita diantara lain, 2 handphone jenis Android, 1 motor, berbagai senjata api, 2 magazine pabrikan M16, 2 magazine plastic, 5 detanator, 124 butir amunisi taham, 3 butir amunisi hampa, 2 butir amunisi karet 1 panah beserta 3 busur panah, 2 pucuk senjata beserta magazine.

Sementara itu pasal yang di persangkakan yakni tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *