banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Plt Kadisdik Sulsel Menerima Kunjungan Direktur Prodi Pasca Sarjana Program Doktor STIE AMKOP Makassar

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd, Didampingi Sekretaris Pendidikan Provinsi Sulsel, H. Hery Sumiharto, SE, M.Ed, Saat Menerima Kunjungan Direktur Program Studi Pasca Sarjana Program Doktor (S3) STIE AMKOP Makassar, di Kantor Disdik Sulsel, Kamis (23/12/2021).

Makassar, SuaraLidik.com – Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd, didampingi oleh Sekretaris Pendidikan Provinsi Sulsel, H. Hery Sumiharto, SE, M.Ed, menyambut kedatangan Direktur Program Studi (Prodi) Pasca Sarjana Program Doktor (S3) STIE AMKOP Makassar, Prof. Dr. Ansar, SE, M.Si, di Kantor Disdik Sulsel, Kamis, (23/12/2020).

Dalam pertemuan singkat dilobi Kantor Disdik Sulsel, Direktur Prodi Pasca Sarjana Program Doktor, Prof. Dr. Ansar, SE, M.Si menyampaikan ucapan terimakasih atas kemitraan sehingga Webinar Nasional pada tanggal 20 Desember 2021 terlaksana dengan baik.

Prof. Ansar menyampaikan pula keinginannya untuk menyelenggarakan Webinar Nasional akhir tahun 2020 tapi terkendala hari libur anak sekolah.

Dalam pertemuan singkat tersebut, mendapat respon positif dari Plt Kadisdik Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd.

“Terimakasih Pak Prof bisa berkunjung. Mohon maaf, ini lagi ada rapat dan kunjungan SMK Kemaritiman. Tapi intinya, pihak kami merespon terlaksananya Webinar Nasional sebagai refleksi awal tahun 2021,” ujar Imran Jausi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Hery Sumiharto mengatakan, terkait rencana Webinar Nasional yang di tawarkan akhir tahun 2020.

“Anak sekolah pada libur, idealnya Webinar Nasional ini kita laksanakan diawal tahun 2021. Insya Allah kita atur kembali pertemuan untuk membicarakan lebih lanjut menyangkut persiapan,” kata Hery.

“Tentu kita bersyukur atas kemitraan yang selama ini kita bangun dengan perguruan tinggi, ternyata berdampak positif. Terbukti di tahun 2019, Sulsel berada di peringkat ke 19, dan pada tahun 2020, Sulsel naik drastis di peringkat ke 6,” ungkapnya.

“Jadi ini peringkat kelulusan pelajar kita yang masuk perguruan tinggi negeri. Tahun 2020 naik menjadi peringkat 6, sementara pada tahun 2019, Sulsel berada di peringkat ke 19,” jelas Hery.

Sementara itu, dihari yang sama, Prof Ansar yang di dampingi oleh pembina LSM Lemkira, Asdar Akbar, dan kandidat Doktor Universitat Jerman, Zulqadri Ansar berkunjung di Kantor Bappeda Sulsel.

Kunjungan silaturahmi diruang Sekretaris Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan, Junaedy, S.Sos, MH, selain membicarakan rencana Webinar Nasional, Prof Ansar juga berkonsultasi soal regulasi tentang Rencana Detail Tata Ruang Desa (RDTR Desa).

Ketua Dewan Guru Besar STIE AMKOP, Prof. Dr. Ansar, SE, M.Si ini diketahui pernah menjadi anggota Komisi Balitbangda pada tahun 2004 sampai berganti nama menjadi Dewan Riset Daerah Balitbangda Provinsi Sulawesi Selatan.

Terkait viralnya berita Webinar Nasional yang bertemakan “Bangkitkan Generasi Milenial Kreatif dan Inovatif Sebagai Agent of Repair di Era Disrupsi” yang dilaksanakan di gedung Pasca Sarjana STIE AMKOP Makassar, Senin 20 Desember 2021, dengan jumlah partisipan online 441 Siswa SMA/SMK dan peserta offline kurang lebih 100 orang mengundang ragam tanggapan publik.

Ketua LSM Lemkira Sulsel, Rizal menyatakan, jika Webinar Nasional merupakan peristiwa langkah yang terjadi dimana Prof. Ansar duduk bersama dengan putra-putrinya sebagai narasumber.

“Iya, ini sesuatu yang hebat. Prof. Dr. Ansar, SE, M.Si tampil bersama 2 orang Anak, dan 1 calon mantu,” kata Rizal.

“Bagi saya, ini adalah peristiwa langkah yang jarang terjadi dan bahkan mungkin tidak pernah terjadi dalam berbagai kegiatan seminar nasional,” ungkapnya.

Pada Webinar Nasional tersebut, Prof. Ansar membawakan materi : Program Merdeka Belajar dan Pengembangan Soft Skill Generasi Millenial.

Putranya bernama Zulqadri Ansar, ST, MT, merupakan Dosen Institut Teknologi Sumatera dan Konsultan Perencana Rekaspasial Bandar Lampung dan mahasiswa Program Doktor Land Management Aerospace and Geodesy Faculty TU Munich, di Jerman dengan materi : Peranan Organisasi Dalam Membetuk Generasi Yang Berkarakter.

Sedangkan putrinya bernama Fitrah Aulia Ansar, S.Hum, M.Hum adalah Dosen UIN Raden Inten Bandar Lampung, dan Mahasiswa Program Doktor di Queen’s University Belfas UK Inggris dengan judul materi : Pentingnya Bahasa Dalam Persaingan Global. Pengalaman pertukaran pemuda ke India dan Mahasiswa Doktor di Queen’s University Belfas UK Inggris.

Sementara itu Elvira Pebriany Rachman merupakan calon mantu, seorang pengusaha milenial yang memiliki Hak Cipta Taichan Bang Coker Jakarta Selatan, membawakan materi : Kiat Merintis Usaha Kreatif Generasi Milenial.

Hal yang sama juga dikatakan Lembaga DPD Lidik Pro Makassar, Sekjen HIPSI Sulsel, Sekjen LKPK RI, dan Ketua LP3M Intim bahwa, ini merupakan Webinar Nasional yang langkah terjadi, dimana narasumbernya berasal dari satu keluarga, yakni Prof. Ansar (Ayah), dan dua orang anak kandungnya, serta satu calon menantu.

Prof Ansar mengatakan bahwa, sukses sejati bagi seorang pendidik (Guru dan Dosen) adalah ketika mampu mengantar anak didiknya menjadi orang yang lebih baik, memiliki kemampuan tertentu melebihi dari pada dirinya dalam waktu tertentu.

Bagi kita, bahwa sebagai orang tua selalu berharap yang terbaik. Kesuksesan sejati diraihnya bukan hanya pada saat dirinya mencapai prestasi tertinggi dalam hidupnya, akan tetapi ketika dia mampu mendidik anaknya menjadi orang yang lebih baik, memiliki kemampuan melebihi dari pada dirinya.

Diakhir perbincangan, Ketua Prodi Doktor Ilmu Manajemen PPs STIE AMKOP Makassar ini memberikan tips support.

Menurutnya, pendidikan karakter yang paling utama ditanamkan kepada generasi pelanjut berdasarkan pengalamannya mendidik anak dan membina mahasiwa adalah, pertama pendidikan dalam rumah tangga, kedua sekolah, ketiga lingkungan, keempat kegiatan kursus tambahan serta kelima kegiatan organisasi yang dapat mengantar dirinya menjadi seorang yang memiliki identitas diri yang kuat sebagaimana harapan bangsa dalam tujuan pendidikan nasional yaitu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.(*)