banner 728x250

Plt Kadisdik Sulsel Menghadiri Rapat Panitia Hari Guru Nasional di Mall Nipah

  • Bagikan
Plt Kadisdik Provinsi Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd, Didampingi Oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, H. Hery Sumiharto, SE, M.Ad, Beserta Panitia HGN, Saat Rapat Panitia Yang Berlangsung Di Cafe Bikin-Bikin Mall Nipah, Rabu (24/11/2021).

Makassar, SuaraLidik.com – Rapat Panitia Hari Guru Nasional (HGN) kembali digelar di Room Cafe Bikin-Bikin Mall Nipah Lt. 4 Makassar, Rabu sore (24/11/2021).

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Plt Kadisdik Propinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Kabid SMA, Kabid SMK, Kabid SLB, Kepsek SMA 11, Kepsek SMA 5, Kepsek SMA 18, Kepsek SMA 14, Kepsek SMA 9, Kepsek SMA 2, Kepsek SMA 6, Kepsek SMA 7, Kepsek SMA 9, Kepsek SMA 12, Kepsek SMA 20, Kepsek SMA 23, Kepsek SMA 3, Kepsek SMK 4, Kepsek SMK 6, Kepsek SMK 7, Kepsek SMK 10, Kepsek SMK 2 Gowa, Koordinator Seksi Acara, Ketua MKKS, pihak Panitia dan Humas.

banner 728x250

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, H. Hery Sumiharto, SE, M.Ad menjelaskan, semua harus terkordinasi dengan baik, mengingat acara pembukaan HGN besok siang akan dihadiri Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, ST, sehingga rapat ini kita ingin pastikan semua perangkat panitia terkonsolidasi dengan baik.

Sementara Itu ditempat yang sama, Plt Kadisdik Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Si menyampaikan, rasa terimakasih kepada panitia yang telah bekerja keras, serta menunjukkan kekompakannya.

“Terimakasih saya ucapkan, kita patut bersyukur karena kita tetap solid sampai hari ini, dan kita bertemu kembali dalam rapat ini guna mengecek semua kesiapan para koordinator masing-masing bidang terutama seksi acara,” kata Imran Jausi.

Imran Jausi berharap, agar di Hari Guru Nasional tidak tercedarai dengan aksi tawuran yang melibatkan para siswa peserta didik. Jika saat ini mulai ramai pemberitaan tentang tawuran yang melibatkan anak siswa sekolah. Saya tidak ingin HGN ini tercederai dengan aksi tawuran yang melibatkan anak-anak kita.

“Saya menghimbau agar pihak sekolah mengambil langkah cermat yaitu, konsolidasi Internal, pengawasan ditingkatkan dengan memastikan pada jam belajar tidak ada siswa siswi berkeliaran diluar, dan pihak sekolah membangun komunikasi dengan pihak aparat kepolisian,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai bencana alam yang terjadi di Tana Toraja, Imran Jausi menjelaskan, sekolah yang ditimpa bencana alam perlu penanganan serius.

Tentu segalanya dipersiapkan dan dikaji. Misalnya, bagaimana berlangsung proses belajar, bagaimana biayanya, bila sekolah di relokasi, bagaimana sewa tempat dan sebagainya.’ imbuhnya.

Terkait itu semua, Imran mengatakan bahwa, Komisi E DPRD Sulsel setuju bahwa ini harus diselesaikan. Bapak Plt Gubernur Sulsel juga sangat peduli pada sekolah yang tertimpa bencana alam.

“Pada prinsipnya bahwa keselamatan siswa itu adalah harga mati, begitu sikap bapak Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman,” ungkap Imran.

Sedangkan Kabid SMA Asqar menjelaskan, terkait pembangunan sekolah SMA 23 Makassar, rencananya akan dibangun di depan M-Tos Kecamatan Tamalanrea.

SMA 23 Makassar merupakan sekolah baru dan rencananya akan dibangun gedung sekolah, di karenakan laporan masyarakat di sekitar Tamalanrea pada waktu pelaksanaan PPDB yang dimulai tahun 2017 sampai sekarang melalui sistem zonasi.’ ujarnya.

“Masyarakat di sekitar wiyalah Kecamatan Tamalanrea, anak-anaknya tidak dapat di akomodir di sekitar wilayah Tamalanrea yakni, di SMA 5 dan SMA 21 Makassar, sehingga dengan laporan dari masyarakat ini, di usulkan untuk di buat sekolah baru,” ungkap Asqar.

“Dan alhamdulillah siswa SMA 23 sekarang sudah terdaftar di dapodik, dan sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek),” pungkasnya.

(Om Bintang)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *