,

PN Bulukumba Menggelar Sidang Putusan Dugaan Money Politik Caleg PSI

oleh -
Foto : PN Bulukumba sempat menyidangkan perkara dugaan money politik yang melibatkan Caleg PSI Dapil 1 Bulukumba

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Majelis Hakim PN Bulukumba, Jumat (5/4/2019) sekura Pukul. 20.25 Wita, di Ruang Sidang Cakra Kantor Pengadilan Negeri, Jl. Kenari Kab. Bulukumba, berlangsung Sidang Putusan Ibrahim Guntur (Caleg PSI Dapil Bulukumba I).

Majelis menyidangkan perkara Guntur dalam dugaan pelanggaran Pemilu yaitu Money Politik.

Sidang yang berlangsung malam hari itu cukup menegangkan. Pasalnya, ini menyangkut kelangsungan karir politik Guntur.

Majelis hakim hadir lengkap dengan posisi ; Iwan Harry Winarto, SH, MH (Ketua Majelis Hakim), Sera Ahmad (Anggota Majelis Hakim) dan Nursinah, SH, MH (Anggota Majelis Hakim).

Turut hadir, Nontji (Pengacara Ibrahim Guntur), Chulafu Rasyidin (Pengacara Ibrahim Guntur), Ibrahim Guntur (Caleg PSI Dapil Bulukumba I), I Made Budiawan (JPU), Rian Ardiansyah (KPU) dan sekitar 20 orang pendukung Guntur.

Dalam perkara dugaan money politik yang menyeret Caleg PSI Ibrahim Guntur. Majelis hakim memutuskan  Muh. Guntur Ibrahim bersalah karena dengan sengaja atau tidak melakukan money politik.

Majelis hakim Menjatuhkan pidana selama 5 bulan kurungan. Apabila dalam sepuluh bulan tidak terlibat tindak pidana maka pidana lima bulan tidak dijalankan.

Majelis lalu menjatuhkan denda sebesar Rp. 5.000.000 subsider 1 bulan serta terdakwa harus Mengembalikan Barang Bukti kepada Bawaslu.

Mendengar putusan tersebut, simpatisan Ibrahim Guntur kecewa. Di depan PN Bulukumba mereka melampiaskan kekecewaannya di depan Kantor Pengadilan Negeri Bulukumba dengan berteriak – teriak bahwa putusan Hakim Ketua tidak adil.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Bulukumba Bakri Abu Bakar yang dihubungi kemarin via telepon selularnya enggan menanggapi putusan majelis hakim tersebut.

Menurutnya didalam Gakkumdu ada unsur penyidik dan penuntut. “Saya raya yang lebih tepat menanggapi adalah Kasi Pidum,”kata Bakri.

Kendati begitu, pria murah senyum itu tak menepis kalau perkara dugaan money politik itu berawal dari temuan Bawaslu Bulukumba. “Ya..ini berawal dari temuan Bawaslu tentang dugaan money politik,”tutup Bakar.(***iqb)