banner 728x250

Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Puskesmas Batua

  • Bagikan
Ilustrasi||

MAKASSAR, suaralidik.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan(Sulsel) akhirnya menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Gedung Puskesmas Batua, pada Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. E .Zulpan mengatakan, ke 13 orang yang ditetapkan tersangka ini masing-masing, berinisial dr.AN, dr.SR, MA, FM, HS, MW, AS, Ir.MK, AIHS, AEH, Ir.DR, APR dan RP. Mereka ini terdiri dari Dinas Kesehatan Makassar (PA, KPA, PPK, PPTK, PPHP ), Pelaksana Rekanan, Pokja III ULP Kota Makassar, Konsultan dan Inspektur Pengawasan

banner 728x250

“Sebanyak 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka mereka dianggap telah melakukan perbuatan melanggar hukum yang menyebabkan kerugian negara,”ujar E. Zulpan, Senin (02/08/2021).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan

Lanjut E .Zulpan menerangkan bahwa, para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi pembangunan gedung Puskesmas Batua pada Dinas Kesehatan Kota Makassar yang dibiayai oleh APBD tahun 2018 sebesar Rp. 25 miliar lebih, sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) Subs pasal 3 UU No .31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No .20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No .31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo 55 ayat (1) ke 1E KUHP Pidana .

Lebih lanjut E. Zulpan membeberkan, modus operasi dalam kasus tersebut yaitu terjadi pengaturan Pemenang Lelang oleh Pokja III sehingga PT. SA menjadi pemenang lelang. Selain itu, PT. SA dan penerima sub kontrak AIHS melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak atau spesifikasi dan membuat addendum kontrak yang tidak sesuai dengan mekanisme.

Berdasarkan keterangan hasil ahli konstruksi yang menjelaskan bahwa, dari hasil pemeriksaan dan pengujian di lapangan terhadap semua komponen bangunan bahwa mutu beton hampir keseluruhan sangat rendah atau kategori bangunan sangat jelek.’ungkapnya.

Selain itu, hasil investigasi audit BPK RI dalam rangka perhitungan kerugian Keuangan Negara daerah atas pekerjaan pembangunan Puskesmas Batua tahap 1 ditemukan kurang lebih Rp. 22 miliar.

“Seluruh tersangka saat ini menjalani pemeriksaan, dan belum dilakukan penahanan”,pungkasnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *