Polda Sulsel Ungkap Praktik Pengebom Ikan di Perairan Pangkep

oleh

PANGKEP – Jajaran Polda Sulsel menetapkan 3 tersangka di 3 tempat yang berbeda, dan menyita beberapa barang bukti, diantaranya kapal Jolloro, perahu, puluhan liter Amunium Nitrate, Detonator, Kompressor Sumbu api, kaca mata selam, selangm potasium sianida, dan sumbu yang diduga kuat melakukan praktik
penangkapan ikan secara ilegal, menggunakan bahan peledak di perairan Pangkep, Sulsel.

Hal ini terungkap dalam press release Kasus Destructive Fishing dan Bius Ikan “Opersi Jaring Lipu 2017” Dit Polairud Polda Sulsel yang dipimpin Dir Polairud Polda Sulsel Kombes Pol Purwoko Yudianto, di Mako Ditpolair Polda Sulsel, Rabu (13/12/2017).

Kombes Pol Purwoko mengungkapkan, kronologis penangkapan kapal nelayan ini bermula dari informasi masyarakat terkait marakanya aksi pengeboman ikan di wilayah perairan Pangkep

“Jadi berawal dari informasi masyarakat, peraira di Sulsel ini rawan Ilegal fishing makanya, kami sangat membutuhkan informasi masyarakat karena bom ikan bukan saja menghancurkan ikan, rapi juga biota laut mudah-mudahan kita terus mengungkap kasus seperti ini,” Kata Purwoko.

Dikatakanya, peroses penangkapan ke 3 tersangka ini berlangsung tidak mudah karena medan ditengah laut. dan mereka sudah mengetahui aparat dari jauh, Setelah melakukan pengejaran, Polisi kemudian melakukan pemeriksaan kapal dan mendapati sejumlah barang bukti alat peledak.

Adapun ketiga tersangka yaitu (H.AK), ditangkap di perairan sebelah timur pulau Saranti, Pangkep, jug (R) di sebelah utara pulau Saranti, Pangkep, dan (H.B) di perairan Gondongbali, Pangkep

“Sementara hasil pemeriksan awal nanti kita belum sampai di pemasoknya, kalau nanti kita kembangkan, hukum tidak boleh kalah pelanggar hukum, tidak ada alasa masyarakat melanggar hukum, barang-barang ini di duga masuk dari malaysia, melalui Kalimantan, kemudian masuk di Sulsel, Pelanggaran hukum di Perairan pasti ditegakkan, namun demikian Sosialisasi rutin dilaksanakan, terutama di TPI,” tegas Purwoko.

Nahkoda dan anak buah kapal kemudian diamankan ke Mako Ditpolair Polda Sulsel.