Polemik Pengelolaan MIS Al Falah Palajong, YAKAB Bakal Gugat Kemenag Bantaeng

oleh
Suasana murid MIS Al Falah Palajong Yayasan Kabupaten Bantaeng. (Dok)

BANTAENG, Suaralidik.com – Yayasan Al Falah Kabupaten Bantaeng (YAKAB) dalam waktu dekat akan menggugat Kementrian Agama (Kemenag) Bantaeng lantaran mengangkat staf operator MIS Al Falah Palajong, Bantaeng, tanpa seijin manajemen.

Suasana murid MIS Al Falah Palajong Yayasan Al Fakah Kabupaten Bantaeng (YAKAB). Dok

Ketua YAKAB, Rusdi menyampaikan, Seksi Pendidikan Madrasah Kemang Bantaeng serta merta mengalihkan pengelolaan MIS Al Falah Palanjong kepada pengelola yang tidak diakui oleh Yayasan. Tanpa kewenangan mengangkat Operator dan menerima Kepengurusan atas nama Jumriani sebagai pengelolah di MIS Al Falah Palanjong, sementara Jumriani tidak di SK Kan oleh YAKAB.

“Melihat hal ini saya (Rusli, Red) selaku Ketua YAKAB akan menggugat secara Hukum Pihak Kemenag Bantaeng,” tegasnya kepada Suaralidik.com, Kamis (24/8/17).

Menurutnya, Kemenag Bantaeng telah melampaui batas kewenangannya, salah satunya lainnya adalah kewenangan dalam mengalihkan pengelolaan MIS Al Falah Palanjong yang sangat jelas swasta yang dibangun oleh YAKAB.

Dengan pengalihan Hak Akses Simpatika MIS Al Falah Palanjong, dan Struktur Kepengurusan Jumriani sebagai Kepala Madrasah, maka Kader Angkatan Muda YAKAB rencananya menggelar Aksi besar-besaran menuntut Pihak kemenag untuk memecat Seksi Pendidikan Madrasah, Andi Baedawidan dan meminta kepada Kanwil Kemenag Bantaeng untuk segera mencopot Kepala Kemenag Bantaeng yang dinilai tidak mampu memimpin.

“Dengan sepihak, Jumriani diangkat oleh Bapaknya Sendiri sebagai Kepala MIS Al Falah Palanjong, sementara Bapaknya sendiri tidak punya hak dan kewenangan untuk mengangkat Kepala atau memasukkan guru di Sekolah tanpa seisin YAKAB, karena beliau bukan pengurus,” tandas Rusdi.