Polres Pangkep Dinilai Tidak Tegas Dalam Memberantas Kejahatan Destructive Fishing

oleh

Lidik Pangkep – Laut adalah salah satu instrumen terpenting dalam proses pembangunan Negara dan daerah, olehnya itu menjaga kelestarian laut merupakan tanggung jawab bersama terkhusus bagi warga Pangkep yang notabene luas wilayahnya didominasi oleh laut, geliat untuk menjaga laut perlahan tumbuh dikalangan masyarakat terkhusus masyarakat pulau yang paling merasakan dampak kerusakan lingkungan laut.

 

 

Ariel Quman Aktivis Pangkep mengatakan, dimana geliat itu terlihat oleh aksi beberapa masyarakat yang melawan para pelaku destructive fishing denga upaya seadanya,Hingga pada pada tanggal 09 April 2017 di pulau Kapoposang Desa Mattiro ujung Kec. Tupabbiring, beberapa warga melakukan patroli laut karena beberapa warga mendengar ada ledakan, alhasil dalam patroli tersebut warga berhasil menangkap pelaku yang melakukan pengeboman sebanyak 2 orang, namun sebelum ditangkap, pelaku berhasil membuang barang bukti didalam air kedalaman 40 meter.

Setelah dilakukan penyelaman didasar laut, warga berhasil menemukan 6 buah bom yang siap meledak dimana diantaranya 4 buah botol dan 2 buah jerigen berisi amonium nitrat dan pemicu ledak. Tutur Ariel

Lanjutnya Ariel tepat pada hari senin tanggal 10 April 2017 warga bersama kami menuju Polres Pangkep melaporkan kejadian tersebut sekaligus membawa barang bukti berupa bom dan beberapa dokumentasi pasca melapor kemudian di BAP oleh penyidik, namun hingga hari ini belum dilakukan penangkapan terhadap tersangka dengan alasan tidak jelas.

Bahkan komunikasi terakhir kami dengan bapak kapolres Pangkep pada saat menanyakan tindak lanjut kasus tersebut  melalui grup WA sebagaimana dalam foto scrinshoot “kalau anda kecewa kenapa juga anda serahkan ke polres pangkep mas”, spontan pernyataan ini mengusik kami para aktivis lingkungan setelah mendengar respon Kapolres Pangkep.

Dimana ini justru mengundang tanda tanya besar kepada kami akan keseriusannya dalam memberantas Destructive Fishing di Kab. Pangkep, bahkan pernyataan tersebut memunculkan berbagai macam opini negatif terhadap pihak kepolisian dan para pelaku Destructive Fishing.

Oleh karena itu Ariel quman KABID Advokasi dan Investigasi Forum Masyarakat Maritim Pangkep (FM2P) bersama dengan teman-teman aktivis cinta laut yang ada di Pangkep dan Makassar rencana akan melakukan konsolidasi besar-besaran karena menganggap hal ini adalah kejadian luar biasa yang harus ditindak tegas secara hukum dan tidak sepantasnya terjadi ataupun mandek ditangan Polres Pangkep. Tutupnya Ariel Quman

Pewarta : Juna