Polres Pelabuhan Bantah Pihaknya Menahan Seorang Ibu Rumah Tangga Bersama 8 Anaknya

oleh
Photo anak ibu rahma saat bermalam dimesjid

Lidik Makassar – Kasus Nur Rahma Amalia alias Rahma umur 28 tahun warga jln sabutung makassar banyak menarik perhatian netizen,pasalnya diberitakan bahwa Ibu dari 8 anak beserta anak bayinya ini ditahan dalam sel oleh polres pelabuhan setelah berkelahi dengan rentenir masalah utang piutang.

Dalam kasus ini Rahma dilaporkan atas kasus penganiayaan oleh rentenir sekitar tahun 2015 lalu dimana saat itu ia masih sedang hamil 8 bulan sehingga dengan alasan kemanusiaan pihak kepolisian tidak melakukan penahanan.

Malasah pemberitaan tentang ibu Rahma ditahan dalam satu sel bersama 8 anaknya tidaklah benar dan hal ini juga dibantah oleh Kapolres Pelabuhan Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Said Anna Fauza .

Photo anak ibu rahma saat bermalam dimesjid
Photo anak ibu rahma saat bermalam dimesjid

Said menjelaskan bahwa “kasus Ibu rahma sudah dua kali pergantian Kasat Reskrim ,kasat Reskrim yang baru ini menerbitkan surat penangkapan. Kemudian tersangka Rahma diperiksa untuk proses pelimpahan tahap 2. Kemudian anak-anaknya datang semua , makanya mereka sempat foto-foto. Tersangka Rahma pun tidak di masukkan ke dalam sel tahanan, hanya di ruang penyidik Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Makassar,” kata Said, Kamis (1/12/2016).

Menurut Said, selama menjalani penahanan di ruang penyidik Polres Pelabuhan Makassar, tersangka Rahma dan anak-anaknya mendapat perlakuan baik. Sampai akhir pada pelimpahan Rahma ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Makassar.

“Kasus ini tidak bisa ditahan-tahan lagi, makanya kami melanjutkan saja. Karena sudah P21 dan harus segera diserahkan berkasnya, tersangka dan barang bukti. Jelas kita tidak menahan tersangka di dalam sel,” ucap Said.

Dilangsir dari Tribrata,Kasat Reskrim Pelabuhan Makassar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Wahyudi juga membantah telah melakukan penahanan terhadap Rahma serta anak-anaknya di dalam sel.Menurut Ivan kasus Rahma telah lama P21 dan belum dilimpah-limpahkan karena alasan kemanusiaan.

“Saya tidak gila, asal menahan. Dulu kami tidak menahan, karena sedang hamil 8 bulan. Kita pun menunggu sampai selesai melahirkan baru kita jemput kembali. Di mana sebelumnya, tiga tersangka dalam kasus ini sempat melarikan diri,” ujarnya ivan.

Ivan menyebutkan, karena bayinya masih menyusui, tentu ikut pada ibunya.

“Setelah diperiksa, tersangka Rahma sudah kita titipkan di Rutan Klas 1 Makassar. Karena bayinya masih menyusui, ya ikut sama Rahma ditahan di dalam sana,” katanya.

“Tapi selama menginap di ruangan Sat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, kami tetap perlakukan mereka dengan baik. Bahkan ibu Rahma, saya kasih uang untuk dibagikan ke cucu-cucunya yang dibawanya pulang ke rumah,” tambahnya.