Polres Pohuwato Berhasil Gagalkan Penyeludupan 66 Kg Merkuri Asal Seram

oleh -
Merkuri
Foto : Kasubag Humas Polres Pohuwato bersama Kasat Reskrim saat menggelar konperensi pers penangkapan 66 Kg Mercury asal Seram Maluku, Kamis (19/12).(foto Thoger/Suaralidik.com).

POHUWATO, Suaralidik.com – Sat Reskrim Polres Pohuwato berhasil menggagalkan penyeludupan 66 kilogram Mercury tampa ijin edar asal Pulau Seram, provinsi Maluku, Minggu 15/12/2019.

Barang berbahaya tersebut diamankan dari RM (44), warga Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, bersama sopirnya AB, (53) warga Kecamatan Tutuyun, Kabupaten Bolmong Timur, Sulawesi Utara,

Kapolres Pohuwato AKBP Teddy Rayendra S.,I.,K., melalui Kasubag Humas AKP Bernadin Situngkir S.,I.,K., mengungkapkan, rencananya barang berbahaya tersebut akan dibawa ke kota Palu provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) guna keperluan pertambangan.

“Penangkapan keduanya berawal dari laporan masyarakat, dimana ada mobil yang dikendarai oleh para terlapor yang diduga mengangkut merkuri,” ungkap Kasubag Humas saat menggelar konperensi pers, di Aula Polres Pohuwato, Kamis 19/12/2019.

“Sesuai dengan informasi yang sudah kita kantongi, ciri-ciri mobil toyota avansa dengan nomor polisi DB 1294 MF berhenti tepat di wilayah Marisa. Kedua tersangka kita dapati tengah asik menikmati tidur siang,” sambung Kasubag.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim AKP Wayan Suhendar,SIK menambahkan, dari hasil pengakuan RM, sebahagian barang tersebut didapat dari hasil menambang di Pulau Seram, Provinsi Maluku.

“Semntara sebagian lagi dibeli dari masyarakat di Pulau Seram. AB sendiri mengaku diiming-iming 300 ribu rupiah per hari jika barangnya berhasil diantar ketujuan,” jelas Kasat.

Saat diwawancarai awak media, RM mengaku barang berbahaya tersebut dibeli dengan harga 600 perkilo, sementara sebahagian dari hasil menambang.

“Yang lain saya beli 600, per botol dengan ukuran 1 kilo, sementara yang lainnya hasil dari saya menambang sendiri. Barang itu saya akan gunakan sendiri di tromol milik saya yang berada di tambang mas kota Palu, sisanya dijual dengan harga 1,7 juta per botol,” tutur RM.

Dari kasus tersebut kedua tersangka diancam pasal 161 UU No 4 Tahun 2009 Tentang Minerba, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 juta rupiah.(Hitler).

HUT Kabupaten Pinrang Ke-60