Polwan Cantik Terluka, ketika Amankan Demo Sopir Pete-Pete Makassar

oleh
polisi wanita (Polwan) Polrestabes Makassar yang terluka saat amankan aksi pete-pete di kota makassar

Lidik Makassar – Aksi Unjuk rasa Organisasi Angkutan Darat (Organda) Makassar bersama dengan sopir-sopir angkutan umum yang berlangsung  hari ini  Senin 06/02/2017, diwarnai dengan saling dorong antara peserta aksi dan aparat kepolisian polrestabes Makassar.

Polisi Wanita (Polwan) Polrestabes Makassar yang terluka saat amankan aksi pete-pete di kota Makassar

 

Insiden saling dorong ini mengakibatkan salah satu Polwan Makassar Ipda Suriati mengalami luka robek di bagian kepala saat mengamankan aksi unjuk rasa di Jalan AP Pettarani, Senin (6/2/2017) Atas kejadian ini, Kombes Pol Endi Sutendi selaku Kapolretabes Makassar mengaku pihaknya masih mendalami sopir angkutan umum yang diduga menyebabkan Polwan Polrestabes Makassar terluka.

Ketika aksi berlangsung, salah satu peserta  sempat diamankan.  Selanjutnya nanti kita akan lakukan pendalaman apakah dia diduga pelakunya atau bukan,” kata Endi Sutendi saat ditemui di lokasi aksi, Senin (6/2/2017)

Tambahnya, kejadian itu berawal ketika sebuah taksi sedang melintas membawa penumpang, sementara para sopir angkutan umum yang tidak terima langsung menghentikan taksi tersebut.

“Ketika hendak menurunkan penumpangnya, Polwan yang berada di lokasi  berusaha melerai agar jangan sampai terjadi keributan, sayangnya ketika pintu taksi dibuka, bagian pelipis (Polwan) terkena benturan pintu yang menimbulkan luka robek,” jelasnya.

Dari Pantaun Suaralidik.Com,- Dalam aksi Mogok Sopir Pete-pete ini sekitar 1.295 personil gabungan diturunkan demi kemananan warga Makassar yang melakukan aksi tersebut.  Aksi ini terkait dengan adanya surat edaran jadwal dan titik wilayah untuk unjuk rasa para sopir angkutan umum kota Makassar sejak tanggal 05 Februari 2017. Hal itu dipicu karena adanya kebijakan pemerintah yang dianggap sangat meberatkan masyarakat,  terutama pada pengelolah jasa angkutan umum.

Sopir Pete-pete menolak keras kehadiran transportasi berbasis online (Ojek Online / Grab Online), Pete-pete Smart dan sejumlah kebijakan kenaikan biaya pengurusan Surat Kendaraan (SKNK).

 

Adhe_Sirha || Makassar