Potensi Alam Boltim Dan Pendataan Sektor SDA, Hasilkan Database

oleh

Suaralidik. Com, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boaang Mongondow Timur (Bol-Tim), lewat bagian Sumber Daya Alam (SDA) mulai mengumpulkan database terkait hasil produksi yang berpotensi pada sumber daya alam di seluruh Wilayah se-Kabupaten setempat.

Kabag SDA Kabupaten Boltim

Program ini diturunkan Bagian SDA sejak Januari 2018 dengan menyurat ke seluruh desa untuk melakukan pendataan.

“Kami menyurat ke Dinas Badan dan Tekhnis dilanjutkan ke Kecamatan, nantinya pihak Kecamatan yang menindak lanjuti ke Desa – desa,” ujar Kepala Bagian SDA, Hasman Bahan Subuh kepada media ini, Senin (12/03/18).

Ia mengatakan, program database potensi SDA ini meliputi beberapa sector, diantaranya sumber daya mineral, sumber daya kelautan perikanan, sumber daya pertanian peternakan dan sumber daya kehutanan dan perkebunan.

“Jadi setelah pendataan dilakukan di setiap Desa, pihak kami akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan rekapan sekaligus data potensi SDA yang ada yang selanjutnya dijadikan satu database dan diserakan kepada Bupati, Bapak Sehan Landjar, sebagai pengambil kebijakan,” kata nya.

Menurut Hasman, program ini merupakan inisiatif Bagian SDA yang disetujui Bupati untuk melakukan pendataan terhadap sektor SDA yang bisa menghasilkan.

“Jadi dengan adanya pendataan ini, kita bisa mengetahui seluruh SDA yang menghasilkan.

Contoh kecilnya seperti hasil perkebunan berupa cengkeh, sejauh ini kita belum mengetahui berapa banyak hasil produksi pertahunnya di Boltim dan tentunya mempermudah setiap investor yang bekerja sama dengan pemerintah atau pun yang berencana masuk,” terangnya.

Ia menambahkan, database sangat penting, namun untuk kebijakannya kembali ke atasan seperti apa nanti.

Namun disisi lain, adanya data ini kita bisa mengetahui persis seperti apa jumlah hasil bumi dari berbagai sektor, berdasarkan data yang akurat sehingga kekuatan potensi alam boltim itu dapat diketahui, tutur Hasman.

Lanjutnya, potensi SDA bisa menggunakan peta skala 5000 hasil dari satelit, sehingga kita bisa menampilkan satu gambar wilayah.

“Jadi ini juga bisa diukur lewat peta skala lima ribu, sehingga hasil potensi apa saja yang ada disitu bisa diketahui. Selain itu, program ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat terutama petani,” jelasnya.(Kemal red).


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama