PP IMDI Menyayangkan Ucapan JK Di Pelantikan KAHMI.

oleh
Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle (salah satu pendiri Ormas Darud Da’wah Wal-Irsyad)

Pare-pare, suaralidik.com – Pernyataan Pak Jusuf Kalla melalui pidatonya pada pelantikan pengurus KAHMI mengundang reaksi banyak pihak. Pak JK menyebut bahwa HMI setara dengan NU dan Muhammadiyah, meski terkesan berkelakar namun hal ini di anggap berlebihan oleh sebahagian pihak. Banyak yang mengkritik bahwa tak semestinya tokoh bangsa sekelas Jusuf Kalla mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle (salah satu pendiri Ormas Darud Da’wah Wal-Irsyad)

Saddang Bakri selaku Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa DDI menanggapi dengan cara yang berbeda. Saddang mengklaim bahwa dedikasi Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle (salah satu pendiri Ormas Darud Da’wah Wal-Irsyad) tak kalah besarnya bagi bangsa Indonesia. “Darud Da’wah Wal-Irsyad tak hanya menjadi Aset penting bagi negara, namun juga bagi dunia internasional dalam usaha percepatan civil society”.
Saddang menambahkan salah satu perbedaan antara Anregurutta dengan Lafran Pane terletak pada sokongan organisasi dalam melambungkan namanya, Anregurutta Ambo Dalle bukan tokoh yang lahir karna Organisasi tapi karna dedikasi. Semboyan beliau “Milik ku adalah milik DDI, tapi milik DDI bukan milikku” yang hingga hari ini tetap dipegang teguh oleh murid-muridnya menjadi nafas pengabdian selama ini.

Piagam Tanda Kehormatan untuk Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle.

Sepak terjang beliau yang di mulai dari dunia pendidikan, membuka sekolah dimana-mana hingga mendirikan DDI yang warganya sudah bertebaran di segala penjuru. Salah satu murid langsung beliau, Anregurutta Prof Dr H Andi Syamsul Bahri Lagaligo,MA yang saat ini menjabat sebagai Direktur Kefahaman Ahlusunnah Wal-Jamaah Kesultanan Brunei Darussalam juga turut memberi sumbangsih yang besar dalam praktek beragama khususnya kawasan Asia tenggara.

Berbagai bintang tanda jasa yang di anugrah keAnregurutta Abdurrahman Ambo Dalle

Dalam Catatan Sejarah Ambo Dalle merupakan Ulama kharismatik multidimensi, meski di culik oleh pasukan pemberontak DI/TII yang dipimpin langsung oleh Kahar Mudzakkar, selama 8 tahun di hutan beliau tetap melaksanakan proses pembelajaran. Karna menurutnya Kebodohan merupakan musuh yang sama bahaya nya dengan penjajah. Gurutta Ambo Dalle beserta pengikutnya ikut terlibat dalam proses serta mengisi kemerdekaan. Atas dedikasi nya pada tanggal 13 Agustus 1999 beliau mendapatkan penghargaan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Nararya dari Presiden BJ Habibie.
Saddang menambahkan bahwa sebaiknya tim atau komite yang di bentuk oleh pemerintah dalam pemberian gelar pahlawan nasional sebaiknya lebih kreatif dalam mengidentifikasi Tokoh-tokoh yang memiliki sumbangsih bagi negara, jangan hanya sekedar berdasar pada proposal yang di ajukan Oleh kelompok tertentu karna hal ini terkadang syarat dengan nuansa politis. Sehingga tidak ada lagi ribut-ribut jelang 10 November.(WR/AD).