Prihatin Akan Peristiwa Bom Surabaya, Bupati: Saya Mengecam Perbuatan Yang Tidak di Ajarkan Islam

oleh
Bupati Boltim, Sehan Landjar SH
Bupati Boltim, Sehan Landjar SH

Boltim,suaralidik.com – Peristiwa teror Bom yang terjadi di 3 Gereja dan di Mako Brimob Kelapa Dua, Surabaya serta Bom Cianjur secara beruntun. Membuat keprihatinan seluruh masyarakat di Indonesia lebih khusuaunya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Akan peristiwa tersebut, Bupati Boltim, Sehan Landjar SH, mengemukakan statemem tegas atas keperihatinanya menyangkut dengan korban pemboman yang merenguk nyawa sejumlah orang.

Menurutnya, kejadian teror tersebut tidak sesuai ajaran agama apapun, bahkan tidak beperikemanusiaan.

“Para pelaku yang mengatasnamakan misi agama, tidak pantas disebut juhad melainkan penjahat,” sebut Sehan.

Ia mengatakan, sebagai muslim dan umat yang beragama, dirinya mengatasanakan pemerintah dan masyarakat Boltim mengecam tindakan sekelompok orang atas peristiwa bom tersebut.

“Saya atas nama pemerintah dan masyarakat boltim mengecam tindakan sekelompok orang yang mengakui diri mereka sebagai kaum mujahidin Islam namun melakukan pembunuhan terhadap sesama umat. Itu adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir,” ungkap Eyang sapaan akrabnya.

Ia pun menegaskan, dalam Alquran tak ada satu ayat pun dari 114 surat, serta hadits hadits sahih yang mengajarkan umat Islam untuk membunuh menghilangkan nyawa orang tidak bersalah.

“Oleh karena itu saya mengajak umat Islam di seluruh Indonesia, untuk bersama sama memerangi kelompok seperti ini. Mari kita jadikan mereka musuh bebuyutan yang harus kita hilangkan di muka bumi nusantara tercinta ini. Karena mereka ini sudah mengancam seluruh umat manusia,” tegasnya.

Lanjut, tak hanya saudara – saudara umat Nasrani atau agama lainnya. Bahkan sesama Muslim pun sangat terancam dengan perilaku keji mereka,” ujar Sehan.

Dia bahkan meminta Kapolri untuk menumpas habis para teroris tanpa pilih bulu, dengan atas nama apapun tapi justru menimbulkan kerusakan dan kekejian.

“Ini perbuatan biadab, jika perlu pak Kapolri dan seluruh aparat kepolisian bahkan bersama TNI agar mengeksekusi mereka secara langsung. Kalau saja tak ada hukum di negara ini, sekalian saja masyarakat diberi kesempatan untuk eksekusi jalanan kepada kelompok teroris di negara ini,” papar Eyang.

Ditambahkanya, paham radikal seperti itu adalah kekeliruan yang sangat tidak bisa ditolerir. Karena itu negara tidak boleh kalah, tidak boleh lemah menghadapi terorisme,” tutup orang nomor satu itu. (***bob)