Prihatin Kondisi Jalan Warga Dan Mahasiswa Tondong Tallasa Demo

oleh

SUARALIDIK.COM/Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Tondong Tallasa (FKMT) bersama dengan masyarakat Tondong Tallasa melakukan aksi penuntutan terhadap para penambang nakal di Tondong Tallasa, khususnya di desa Bulu Tellue.

Aksi ini di picu karena maraknya limbah pasir silika berupa lumpur dan debu yang sangat meresahkan warga lokal.

Korlap Aksi Bakhtiar menyampaikan bahwa
aksi ini merupakan akumulasi kekecawaan masyarakat Tondong Tallasa yang tidak diindahkan oleh perusahaan besar yang di sinyalir di back up orang besar di kabupaten Pangkep.

“Jika aksi kami tidak di penuhi tuntutannya, maka 2 atau 3 hari kedepan akan kami gelar kembali sesuai perjanjian dengan pihak polres Pangkep dalam jumlah massa yang lebih massif lagi.” ujarnya ke Suara Lidik.

Tampak Massa yang hadir dari koalisi mahasiswa dan masyarakat sekitar 100 orang dan menutup akses jalan.

Tampak di lokasi mengamankan Aksi Kapolsek Tondong Tallasa, Koramil serta Kepala desa Bulu Tellue.

Berikut poin tuntutan mahasiswa dan warga desa Bulu Tellue.

PERNYATAAN SIKAP

Kami Forum Komunikasi Mahasiswa Tondong Tallasa (FKMT) bersama warga  Kec. Tondong Tallasa, khususnya warga Desa Bulu Tellue,
Kab. Pangkajene dan Kepulauan, dengan ini menyatakan sikap Penolakan terhadap Pengrusakan Lingkungan Hidup dan Jalan Umum akibat eksploitasi pertambangan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan dan para pelaku penambang, yang terjadi di 6 (enam) desa di seluruh Kec. Tondong Tallasa, yang mengakibatkan jalan umum sepanjang 6 (enam) desa rusak parah, dan merusak lingkungan hidup hampir di seluruh area 1 (satu) kecamatan.

Dengan ini, kami menyatakan sikap sebagai berikut :

A. Meminta kepada semua penambang baik perusahaan maupun perseorangan
(silika, marmer, batu bara, tanah liat, batu gunung, batu kerikil, dan yang lainnya) agar :

1. Mematuhi aturan pertambangan berdasarkan pengkajian AMDAL.
2. Bertanggung jawab atas kerusakan jalan di 6 (enam) desa, akibat dari aktifitas penambangan.
3. Mencegah pencemaran lingkungan dan polusi udara berupa debu dan lumpur di sepanjang jalan yang di lalui oleh angkutan penambang.
4. Kendaraan tambang sebelum masuk jalan umum roda-roda/ban harus bersih dgn cara disiram sebelum jalan, mobil tanki air stanby di tambang/pintu keluar.
5 Melakukan pengerukan dan penyiraman jalanan yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar minimal 2 (dua) kali sehari.
6. Mobil angkutan tambang hanya boleh melewati jalan umum dengan ketentuan menutup terpal angkutan dan membersihkan lumpur yang melekat pada bang mobil angkutan tambang.
7. Menertibkan sikap pengemudi mobil tambang yang melajukan kendaraan secara tak wajar (senonoh, ugal-ugalan) dan mengurangi batas kecepatan mobil pengangkut dengan ketentuan maksimal 40 Km/Jam.
8. Bertangungjawab dengan melakukan rehabilitasi dan reboisasi atas lahan tambang yang telah di eksploitasi jika di kemudian hari operasi tambang telah menyelesaikan aktivitasnya.
9. Membuka secara transparan dana CSR yang telah di berikan baik kepada warga maupun pemerintah setempat, sebab seluruh aktifitas pertambangan di Kec. Tondong Tallasa hanya merugikan dan meresahkan seluruh warga, tanpa ada sedikitpun imbal balik kesejahteraan.

B. Meminta kepada pemerintah setempat, agar :

1. Mendahulukan kepentingan warganya daripada kepentingan para penambang.
2. Mencabut izin operasi para penambang jika pernyataan sikap kami pada point A, nomor 1-9 tidak di akomodir oleh para penambang.

C. Meminta kepada DPRD Kab. Pangkep dan DPRD Provinsi Sulsel untuk :

1. Memperhatikan keresahan yang sangat luar biasa bagi seluruh warga Tondong Tallasa akibat dari aktifitas pertambangan PASIR SILIKA, BATU BARA, TANAH LIAT, MARMER, BATU GUNUNG, BARU KERIKIL, dan yang lainnya, yang menyebabkan berlalu-lalangnya sekitar kurang lebih 100 mobil dump truk dan rembang 10 roda setiap hari, (24 jam) yang melintasi jalan umum 6 desa. Tanpa ada imbal balik berupa kesejahteraan sedikit pun. Yang terjadi di seluruh Wilayah Kec. Tondong Tallasa.
2. Mengusut para penambang liar di Kec. Tondong Tallasa Kab. Pangkep.
_
(Syaiful/Iwank86)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama