Promosikan Wisata Kahayya, SCF Bawa 20 Bloger ke Bulukumba

oleh

BULUKUMBA – Beberapa tahun terakhir ini Desa Kahayya sudah menjadi perbincangan berbagai kalangan. Desa yang terletak di pegunungan dan penghasil kopi Kahayya ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh pengunjung dari luar Bulukumba. Tidak terkecuali dari para blogger yang datang ke desa tersebut untuk menjejaki dan memotret denyut kehidupan masyarakat Kahayya yang memiliki panorama alam yang indah.

Dulu Desa Kahayya adalah daerah terpencil dan hanya memiliki jalan setapak untuk mencapai wilayah tersebut. Namun beberapa tahun terakhir ini, wilayah tersebut kini sudah menggeliat. Pemerintah Kabupaten Bulukumba sangat menaruh perhatian dalam pengembangan wilayah Kahayya dan sekitarnya. Pembangunan infrastruktur seperti jalanan dan jembatan terus digenjot, begitu pula komoditas kopi Kahayya terus dikelola dan dipasarkan dengan berbagai cara.

Melalui program Peduli, Sulawesi Community Foundation (SCF) membawa 20 orang blogger asal Makassar dan luar provinsi ke Desa Kahayya sebagai Field Trip atau kunjungan lapangan setelah sebelumnya melaksanakan workshop di Makassar. Para Blogger tiba di Kahayya Senin tengah malam (18/12)/2017) menggunakan mini bus empat unit. Mereka hanya menginap semalam, dan sebelum tinggalkan kota Bulukumba, para blogger ini berbincang dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang diwakili oleh Asisten Administrasi Pembangunan Djunaidi Abdillah dan Amran Syaukani dari Bappeda.

Menurut Program Manajer SCF Mulyadi, kegiatan yang menghadirkan para blogger sebagai upaya membantu mempromosikan secara luas potensi Kahayya itu sendiri. Kahayya, lanjut Mulyadi adalah contoh dari sebuah semangat dari warga dan pemerintahnya dalam membangun dan mengembangkan wilayahnya.

“Boleh dikata dulu Kahayya ini daerah tertinggal diantara semua wilayah di Bulukumba, namun dengan semangat dan rasa optimisme, daerah ini sudah berkembang begitu cepat, orang-orang berdatangan untuk menikmati kampung ini,” ujar Mulyadi.

Perubahan dan perkembangan itulah, tambah Mulyadi menjadi hal yang diteropong oleh para penggiat blogger ini. Mereka akan menuliskan tentang semangat perubahan itu dan tekad dari para stakeholder untuk mengembangkan Kahayya menjadi lebih baik. Tulisan dari para blogger itu sendirinya diperlombakan untuk mencari tulisan yang terbaik.

Sementara itu Djunaidi Abdillah mengatakan bahwa memang Kahayya tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Olehnya itu Pemkab Bulukumba melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya terlibat aktif dan berbagi peran dalam mengembangkan Kahayya.

“Istilahnya Kahayya ini “dikeroyok” ada fokus bangun infrastrukturnya seperti jalannya, ada yang fasilitasi pengelolaan dan pengolahan produk kopinya. Intinya pengembangan Kahayya itu tujuannya untuk kesejahteraan masyarakatnya itu sendiri. Kita berharap masyarakat Kahayya tidak menjadi penonton di kampungnya sendiri,” papar Djunaidi saat pertemuan dengan para Blogger di Hotel FajarQ, Selasa (19/12)

Menurutnya, dengan kolaborasi antara warga, pemerintah desa dan elemen lainnya, Kahayya akan menjadi wilayah yang semakin berkembang, dan menjadi tujuan wisata favorit. Namun, demikian, mantan Kadis Pariwisata ini mengingatkan, pengembangan wilayah Kahayya tetap mempertahankan hutannya sehingga tetap lestari.

“Jika hutan di sana (Kahayya) rusak, maka akan berdampak pada wilayah di bawahnya. Makanya saat ini, melalui LIPI kita mendorong hutan Kahayya menjadi kebun raya,” tutur Djunaidi Abdillah.