Protes! Warga Tanam Pisang Di Tengah Jalan, Proyek Pemeliharaan Perlu Dikaji Ulang

oleh

suaralidik.com, Pinrang–Jalur Poros Nasional Pinrang-Makassar yang menjadi bagian dalam Proyek Pemeliharaan Jalan oleh Dinas Provinsi rusak parah. Akibatnya, dalam kurun waktu seminggu belakangan, kecelakaan lalu lintas meningkat drastis. Bahkan, empat hari yang lalu di Kecamatan Suppa, terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa warga Dusun Karangan Mattirobulu.

Situasi ini kemudian memicu protes warga. Rabu (27/12) pagi tadi, sejumlah warga diketahui melakukan aksi tanam pisang di area jalan berlubang. Hal tersebut juga sebagai wujud keprihatinan masyarakat karena proyek pemeliharaan ini baru baru saja dilaksanakan namun bukannya membaik, kondisinya malah semakin parah saat memasuki musim hujan.

“Begitu kita lewat, aksi sudah selesai, tapi, pisangnya sudah ini… Pisangnya sudah ditanam sama masyarakat sekitar situ, kan…” ujar Rusdianto, Ketua DPD Pinrang saat dikonfirmasi mengenai aksi tanam pisang tersebut.

Rusdianto mengatakan jika Ia dan beberapa rekannya melalui jalanan tersebut sekitar pukul 09. pagi. Setelah menemui warga sekitar, diperkirakan aksi berlangsung sekitar satu jam sebelumnya.

Menurut keterangan yang diperoleh dari warga yang dikenal sebagai Bosfar, pada jalur tersebut sudah seringkali dilakukan pemeliharaan. Sayangnya, tindakan pada lubang-lubang jalan hanya penambalan. Hal ini dianggap tidak efektif, sebab saat musim penghujan tiba jalan akan kembali mengalami kerusakan.

Warga juga kebingungan dalam melakukan penuntutan terkait jalur provinsi ini, sebab tidak adanya transparansi anggaran terkait pemeliharaan yang sudah sejak lama diberlakukan. Bahkan pihak pengelola pun tidak diketahui jelas siapa atau divisi apa yang bertanggung jawab, yang ada hanya Dinas Provinsi.

“Pertanyaannya adalah, ini pemeliharaan ini, apakah dia memenuhi standar ataukah bagaimana? Maksudnya standar, masa nempel terus. Rusak nempel lagi? Ini kan pemborosan uang negara, gitu,” Rusdianto menambahkan.

Ia juga mengatakan jika Pihak DPD akan mencoba melakukan konsultasi dengan Bina Marga sebagai pemegang kewenangan terhadap proyek pemeliharaan jalan yang sebenarnya. Menurutnya, perbaikan jalan ini seharusnya dilakukan pengerukan terlebih dahulu, sebab jika yang dilakukan hanya terus menambal dengan kondisi aspal yang tidak diperbarui sama sekali hasilnya akan sama saja.

“Sebenarnya, kalau dalam aturan infrastruktur pemeliharaan itu, begitu itu sudah dua kali dilakukan pemeliharaan, toh hasilnya sama, tidak boleh lagi ditempel, harus perencanaannya lain lagi.” Bebernya.

Sementara, pemberlakuan pemeliharaan “rusak-tambal” pada jalanan tersebut bisa dikatakan sudah tak terhitung berapa kalinya. Meskipun penambalan jalan ini juga bisa dikatakan sebagai bentuk perhatian dari pihak-pihak terkait, masih menurut Rusdianto, seharusnya mereka sudah membuat langkah-langkah perencanaan lainnya, mengingat, kondisi jalan sudah tidak layak lagi untuk dilakukan penambalan.

“Sebenarnya pemeliharaan ini sudah perlu dikaji ulang,” masih lanjut Rusdianto.

Sebenarnya lubang jalan yang ditanami pisang sudah kembali ditambal oleh pihak Dinas Provinsi. Tidak diketahui jelas pukul berapa tepatnya penambalan dilakukan. Namun, Warga juga mengatakan akan terus melakukan aksi yang sama jika jalanan masih dalam kondisi yang sama nantinya. Sebab, kemungkinan jalanan akan kembali rusak masih sangat besar, mengingat musim hujan masih berlangsung bahkan hingga januari atau februari nanti.