Proyek Dana Desa Disorot Warga, Ini Kata Kepala Desa Lakatong Takalar

oleh

SUARALIDIK.COM, Takalar – Kritikan dan sorotan atas penggunaan dana desa pada sejumlah kegiatan proyek di Desa Lakatong, kecamatan Mangarabombang, kabupaten Takalar, diutarakan sejumlah warga dan tokoh masyarakat. Dugaan penyelewengan dana proyek tersebut salah satunya pembangunan jalan tani. Minggu (16/07/2017)

Kondisi jalan tani di dusun Kapunrengan

Salah seorang warga dusun Kapunrengan berenisial E (55) kepada suaralidik.com mengatakan kinerja kepala desanya sangat tidak memuaskan bagi warganya, bahkan dia menduga adanya indikasi penyelewengan dana desa pada beberapa proyek yang di kerjakan

Ada beberapa pekerjaan pak desa yang di kerja itu tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, bahkan jalan tani yang di kerjakan belum beberapa lama sudah selesai tapi sudah rusak“katanya

Padahal dalam LPJ dilaporkan, Jalan tani yang panjangnya sekitar 1000 meter namun faktanya di lapangan panjangnya cuma 620 meter yang dikerjakan

Lanjutnya, kondisi jalan tani sekarang yang temponya kurang lebih 1 tahun setelah selesai di kerjakan yang menelang anggaran 196.000.000,- namun hasilnya sekarang sudah rusak bahkan batu pondasi jalan sudah berserakan dan sebagian besar jatuh kedalam sawah para petani sehingga membuat resah para petani

Tak hanya jalan tani, warga dusun kapunrengan ini juga berharap agar kepala desanya transparan kepada masyarakat

Dalam laporan penggunaan Dana Desa (Prasarana Desa) program pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Desa Lakatong tahun 2016 mengelola sekitar Rp.651.210.000 juta, namun kami Masyarakat Berharap kejelasan dari semua dana yang masuk di desa kami” ucapnya

Berikut rincian anggaran Dana Desa Lakatong yang di kelola Tahun 2016
1). Posyandu satu paket Rp.35.000.000,-
2). Jambang keluarga Rp.17.500.000,-
3). Perintisan Jalan tani dusun kapunrengan, Panjang 620 meter Rp.196.000.000,-
4). Perintisan jalan tani dusun bontoa panjang 750 meter Rp.150.000.000,-
5). Perintisan jalan tani dusun pa’gannakkan
Panjang 400 meter, namun diukur oleh masyarakat hasilnya cuman 295 meter dengan jumlah Rp.82.500.000,-
6). Pembangunan jalan paping blok panjang tidak cukup 100 meter lebar 1 meter Rp.52.500.000,- menurut warga LPJnya berdasar RAB, tanpa memperhatikan kualitas Bangunan dan diduga ada penyelewengan sekitar 50% Dan non prasarana Rp.85.000.000,-

Sementara kepala desa Lakatong Abdul Malik (60) saat di konfirmasi Tim Suaralidik.com perihal keluhan Warganya membantah persoalan adanya keluhan dari masyarakat

Tidak adaji kendala dilapangan dan begitupun temuan dilapangan, semua berjalan lancar bahkan dari inspektoratpun tidak ada teguran apa lagi masyarakat saya” Tutupnya

Selaku kepala Desa sangat mengharapkan jalinan kerja sama dari segenap masyarakat saya begitupun dari tim pengawas kabupaten juga dari kalangan awak media atau insan Pers dan LSM demi kemajuan pembangunan Desa kami ini

Saya harapkan kepada masyarakat kedepannya agar ikut serta dalam hal pengawasan pekerjaan, tolong ditegur kalo ada kesalahan atau temuan di lapangan “Tutup Abd Malik [A.Basri|Red3]