Proyek Padat Karya Diduga Bermasalah Didesa Rappoala Tompobulu

oleh
Photo : proyek pengerasan jalan (padat karya) di Desa Rappoala Kecamatan Tompobulu, disorot,

Gowa, Suaralidik.Com – Pelaksanaan proyek pengerasan jalan (padat karya) di Desa Rappoala Kecamatan Tompobulu, menuai protes. Pekerjaan proyek senilai Rp 147.000.000 diduga tidak sesuai dengan spek. Indikasinya, proyek melalui dana APBD itu ditengarai sekarang berhamburan jalan itu tidak diwales (dipadatkan).dan juga pembayaran batu digunakan belum lunas.

Pantauan Tim Investigasi LSM KOMPAK Indonesia Saenal Abidin, pelaksanaan proyek itu berada di desa Rappoala dusun Kayu Malle kecamatan.tompobulu dengan panjang jalan yang tembus dikelurahan Malakaji ini berkisar 600 meter ternyata hanya 550 meter saja, dan juga honor para pekerja itu dibawah standar, ” Seharusnya 600 meter yang sudah dikerjakan akan tetapi hanya 550 meter saja yang selesai serta gaji para Pekerja itu seakan-akan tidak menentu nilainya yang diberikan”ucapnya

Lanjut ia menyesalkan pelaksanaan padat karya itu. Sebab, pekerjaannya terkesan asal-asalan. ”Mengapa saya bilang asal-asalan, bayangkan batu besarnya tidak diwales. Sehingga, batu tetap menonjol. Akibatnya, warga tidak nyaman saat melintas,” katanya,

Dia menjelaskan, pekerjaan proyek itu terkesan tidak serius. Sehingga, masyarakat tidak begitu merasakan manfaatnya. Bahkan, terkesan hanya sekedar kejar penyelesaian saja. ”Kami yakin, program yang telah dikeluarkan pemerintah mempunyai tujuan yang baik, namun kalau dikerjakan seperti ini sangat mengecewakan,” terangnya.

Sementara itu Camat Tompobulu Syamhari selaku PLT Desa Rappoala  yang  dikonfirmasi melalui WhatsApp  belum  menanggapi dan belum ada respon.(***DRWS)