Proyek Pengecoran Jalan Poros Trans Pulau Rimau Banyuasin Sarat Keanehan

oleh
Photo : Kegiatan Pengecoran jalan di Trans pulau rimau di kec. Pulau Rimau kabupaten Banyuasin diduga kuat tak sesuai bestek

PALEMBANG, Suaralidik.Com – Pembangunan pengecoran jalan poros Trans pulau rimau jembatan tanah kering ke PT. Agro kec. Pulau rimau kabupaten Banyuasin ini menjadi sorotan warga perihal pembangunan proyek yang menurut warga dikerjakan tidak sesuai dengan aturan.

Apalagi jalan tersebut merupakan akses jalan utama yang dilintasi oleh warga dan mobil-mobil Perusahaan Kelapa Sawit. Beberapa waktu lalu pengerjaan pengecoran jalan dihentikan oleh warga.

Lubis selaku PPK PU TR proyek tersebut yang dihubungi melalui via telp mengatakan jalan proyek ini sering dilewati oleh mobil yang membawa kelapa sawit dengan muatan yang lebih besar sehingga tanah tersebut menjadi hilang, “ujar Lubis  Selasa(09/10/18)

Masih menurut  Lubis, menyangkut papan atau plang nama proyek CV.PUTRA TIGA semestinya lambang kabupaten menjadi lambang provinsi itu merupakan kesalahan oleh tukang cetak.

Berbeda dengan Lubis. Salah seorang Kepala Desa yang meminta identitasnya tak dimuat membeberkan bahwa proyek tersebut hanya menggunakan timbunan tanah merah tanpa batu koral dan pengerjaan tidak memenuhi syarat sehingga seluruh masyarakat komplain melalui pihak kepala desa untuk mewakili aspirasi masyarakat untuk distop sementara waktu dan melapor ke kecamatan pulau rimau.

“Sekarang coba sampean pikir lah pengecoran jalan yang arah masuk Puri di Tanjung laut Bae masih pake pengerasan batu dan sebagai padahal pondasi yang udah keras, apalagi jalan proyek yang dibangun ini, tanahnya labil bawahnya lumpur langsung cor saja,”ungkapnya  dengan nada kecewa.

semoga pihak yang berkepentingan terutama pejabat di kabupaten banyuasin untuk melihat langsung kelapangan perihal kejadian proyek pembangunan pengecoran jalan poros trans pulau rimau di kec. Pulau rimau kabupaten banyuasin yang menjadi keluhan oleh masyarakat dan sempat di pending pengerjaannya karena tidak sesuai dengan harapan. (***Adi)