Proyek Perpipahan Di Desa Bontolempangan Tidak Pernah Dinikmati Masyarakat, Ini Alasannya

oleh
Photo : Proyek Perpipaan di Botolempangan disorot

Gowa, Suaralidik.Com  – Proyek pengadaan pipa air bersih di Desa bontolempangan Kecamatan Bontolempangan bermasalah karena diduga dikerjakan asal-asalan oleh kontraktornya bekerja sama dengan Kepala desa.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu Warga pada waktu lalu, “Proyek Perpipahan tersebut dikerjakan asal-asalan dan banyak menuai masalah,

Ia mengatakan, proyek pekerjaan pipa air bersih di Desa kami yang dikerjakan beberapa ratus meter dari dusun bungaya desa lassa-lassa air bersih yang dialirkan menuju dusun taipajawa desa bontolempangan tersebut, banyak sekali ditemukan kejanggalan-kejanggalanya, termasuk pembayaran upah pekerja masih ada beberapa yang belum dibayarkan.

“Proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp.300.000.000 rupiah melalui APBD tersebut diduga dikerjakan asal jadi oleh kontraktor proyek dan tanpa papan merk,” ungkapnya

Sementara itu KORLAP LP-HAM SAENAL ABIDIN , Proyek pengadaan pipa air bersih itu dikerjakan asal jadi karena pekerjaan proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan bestek dan dalam proyek itu terindikasi tidak sesuai dengan mekanisme dalam perencanaandan peraturan.

“Dalam bestek proyek itu, mestinya tingkat kedalaman penggalian untuk pemasangan pipa proyek air bersih tersebut sekitar 80 centimeter di bawah tanah,” katanya.

Namun faktanya, lanjutnya, tingkat kedalaman penggalian pemasangan pipa tersebut yang dilakukan oleh kontraktornya diduga hanya sekitar 30 centimeter dan masalah yang cukup serius yang terlihat oleh Masyarakat tentang pemasangan yang dilakukan oleh Kontraktor dalah penggalian didalam badan Jalan itu sangat lah merugikan Masyarakat maupun Negara,

“Kami sudah pernah menyampaikan Protes terhadap Kontraktornya namun kami tidak ditanggapi dan itu sudah jelas sangat melanggar aturan yang ada,” ujarnya

Ia mengatakan, dengan model pekerjaan yang menyalahi aturan maupun bestek tersebut, pengadaan pipa air bersih itu akan cepat rusak dan apabila ada perbaikan jalan nantinya Pipa yang sudah terpasang akan terlindas oleh alat berat yang akan mengerjakan jalan tersebut,

“Jika pemasangan pipa yang dilakukan kontraktor tersebut dibiarkan maka anggaran yang sudah di berikan oleh pemerintah hanya akan terbuang percuma,” katanya.

Ia meminta kepada kontraktor proyek tersebut segera memperbaiki pekerjaannya karena sangat merugikan daerah ini.

“Kontraktor harus tahu diri jangan mencari keuntungan dari proyek ini, karena hanya akan membuang percuma anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

“Sampai sekarang masyarakat dusun taipajawa belum pernah menikmati air bersih ini.” katanya.(***DRWS)