Proyek Rabat Beton Yang Terletak di Desa Nipa-Nipa Bantaeng Diduga Proyek Siluman

oleh -809 views
Rabat beton di desa nipa nipa bantaeng
Proyek rabat beton tanpa papan proyek terletak di desa nipa nipa kabupaten Bantaeng

Bantaeng, suaralidik.com – Pekerjaan rabat beton yang diduga kuat menggunakan Dana Desa (DD) di Desa Nipa-nipa Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng provinsi sulawesi selatan diduga kuat tergolong Proyek Siluman.

Dugaan menciut ke publik lantaran tidak adanya papan proyek di lokasi pekerjaan tersebut.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menjelaskan jika kualitas pekerjaan rabat beton ini sangat diragukan.

“Tidak ada papa proyek tentu tidak transfarant dalam penggunaan anggaran sebab seharusnya ada papan proyeknya dan juga ada gambar yang menjdi acuan para pekerja, dan seharusnya kepala desa tidak menjadi pelaksana ataukah suplayer kegiatan tarsebut”. Ungkap Warga Salah seorang warga Dusun Pico Desa Nipa Nipa

Lanjut bahwa yang saya ketahui tentang pekerjaan rabat beton seharusnya di timbunan di padatkan dulu baru di lakukan pengecoran, tapi yang saya lihat justru timbunan tidak dipadatkan bahkan galian untuk pondasinya sangat rendah dan ini saya melihat pekerjaan ini asal asalan”. Ucapnya Rabu 20/11/2019

Ditempat terpisah, salah seorang anggota DPD BAIN HAM RI Bantaeng Askari Lmp (Wakil ketua 1 Bain Ham Ri) menyangkan dan mempertanyakan status pekerjaan itu.

” Ini sangat di sayangkan dan perlu di pertanyakan jika ada suatu kegiatan/pekerjaan fisik demikian yang dana/anggaran tersebut bersumber dari DD (anggaran negara) tidak memasang papan informasi kegiatan/pekerjaan, karna jelas dalam Aturan yang mengatur regulasi tentang setiap pekerjaan bangunan/pembangunan fisik yang di biayai oleh negara wajib memasang papan proyek, Karna dari papan proyek tersebut, menjelaskan nama kegiatan, lokasi pekerjaan (proyek), sumber dana/anggaran, nomor kontrak, waktu pelaksanaan dan masa waktu akhir pelaksanaan pekerjaan tersebut”,  Ucap Anggota Bain Ham Ri

Ditambahkan lagi, jika benar demikian dalam kegiatan/pekerjaan tersebut tidak ada papan proyek, maka itu jelas-jelas sudah menyalahi Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), selain dari Itu juga peraturan Menteri Pekerja Umum Nomor 29/PRT/M/ 2006 (Permen PU 29/2006) tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, dan Permen PU Nomor 12 Tahun 2014 atau Peraturan Menteri Pekerja Umum Nomor 12/PRT/M/2014 di sebutkan salah satu terkait parsyaratan penampilan bangunan/pembangunan gedung yang salah satunya memperhatikan aspek tapak bangunan, termasuk pemasangan papan nama informasi (papan proyek) untuk memperhatikan keamanan, keselamatan, keindahan dan keserasian lingkungan. agar masyarakat mengetahui sumber dana/anggaran, besarannya anggaran yang di gunakan maupun volume dari kegiatan di ketahui oleh masyarakat luas/umum.

Selain dari Peraturan Mentri Pekerja Umum (Permen PU), Peraturan Persiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Pepres Nomor 70 Tahun 2012 jelas tertuang di dalamnya terkait kewajiban mamasang/pemasangan papan informasi nama kegiatan/pekerjaan ataukah papan nama proyek tersebut. olehnya itu jika pelaksana maupun pemerintah desa ataukah pihak2 terkait tidak mematuhi aturan tersebut maka kuat dugaan kegiatan/pekerjaan (proyek) rabat beton itu di kerja asal-asalan dan tidak sesuai bestek mau pun juknis yang berlaku. sehingga di himbau pada pihak2 berwenang atau berwajib dalam hal ini Inspektoran, BPP/BPKP mau pun Kepolisian dan Kejaksaan sekiranya dapat turun kelapangan memeriksa proyek tersebut yang ada di dusun Pico Desa Nipa-nipa Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel). ucap Askari Lmp Wakil Ketua 1 Bain H3am Ri Bantaeng.