Sepertiga Petang Terakhir

oleh

Sepertiga Petang Terakhir

oleh: A. Fahmi Muslih

Malam yang tak ingin bergegas pulang
menyelipkan senyap dalam temaram
rotasi bumi terhenti seperempat lingkaran
menemukan tiga tapak bayang-bayang

Selepas bangkit, kukuburkan mimpi
pada buaian sunyi yang mulai mewangi
kutangkupkan tangan, terbangkan angan
melangitkan kening pada tanah sepi,
malam terus mengkultuskan petang
seperti birahi yang tak pernah mati,
kuhamburkan kalimat yang terengah
hingga mataku basah, sesak alpha
mengenyam perjamuan di mata paduka.

Aku ingin meraih-Mu saat malam mekar
menuliskan puisi, sebelum semuanya layu
sampai habis rayuan yang kulantunkan
hingga aku tersesat lalu enggan pergi.

2017