Sajak-sajak Abdul Muhaimin

oleh

Serakah Tak Bertuan

Kusampaikan keinginanku
Tentang dunia yang ada dalam maya
Semenjak fajar muncul
Kubuka katupan mata seakan memaksa
Terbelalak penuh impi
Anak muda kampung
Merenung menggantung angan dilangit luas
Dan caci
Tak henti mengiringi
~
Bulat tekad satu kunci
Bagi langkah yang tak gentar
Tak lelah disakiti
Pandangan mata sebelah
Dan cacian sikaya tak bisa dilupa
Seakan dia bisa segala
~
Ternyata itu hanya sekedar
Bahwa diapun tak bernalar
Hanya genggaman dirham dianggap raja
Ku lawan dengan semangat baja

 Rintik sendu para serdadu

Malam kuanggap pagi menjelang
Sinar bulan bagai singsingan mentari pagi diufuk timur
Gelora api kobarkan semangat pengabdian
Demi cerita indah anak cucu nanti
~
Deru merian berguguran
Gertakkan bumi buat batin mengigil
Moncong senapan luncurkan prahara
Bagai semerbak bunga aroma kematian melayang – layang
~
Aliran darah pejuang
Sederas aliran sungai nil
Lautan berubah jadi lautan darah
Merah
Penuh asa
Untuk sebuah harapan bangsa
MERDEKA!!!