Kebut Semalam Karya Dho Hindun

oleh

Sepi tak lagi terasa.
Sunyi telah pecah bersama gemerisik jemari. Meliuk di atas garis yang tersusun rapi.
Saraya komat kamit melahap tumpukan huruf dan angka.

Bila pagi telah menyapa.
Hitam putih siap menyusuri jalan, bersama hasil guratan kata semalaman.
Mengantongi kalimat-kalimat yang disulap sedemikian rupa.
Dengan sigap kaki melangkah ke sudut belakang.

Sang monitor telah siap dengan mata tajamnya.
Suasana hening dan mencekam.
Kini, kalimat di kantong tak lagi berarti.
Sekali, dua kali.
Selang seling suara bisikan.
Tapi, telinga-telinga sudah tuli.
Keluar ruangan bukan teman lagi.

Lembaran yang menjadi layar lebar.
Tontonan segerombolan yang haus jawaban.
Itulah teman sejati kala ujian akhir semester.

Jambi, 12 Juni 2017