Di mana Rumahku Karya Mahasiswa Khairo. Ibnu Irsyad.

oleh

Dimana rumahku.

oleh : Ibnu Aswardi

Pengembaraan ini terasa panjang dan melelahkan, kaki musafir tuhan.

Jalan panjang berkelit itu mematahkan, asa pejalan, yang mencoba pelan menengadahkan jari-jari kering kehidupan kepada sang tuan.

pixabay.com

Tubuh sempurna ini ber-ruhkan zombie cacat berbalut kapas, penutup nanah yang menyembur dari kulit-kulit dosa.

Aku berjalan mantap kedepan tak tau arah, kompas hidup kugenggam dalam dekapan, senyum sumringah membayangkan api tuhan, tanpa cemas berjalan dengan setan.

Tempat apa ini?

Mereka bilang ladang pahala, justru benih dosa kukantongi.

Tuhan, apakah aku harus pulang di sepertiga senja ini?

Sudikah kau terima bahu kekar ini tercacah ke tanah?

Tak malukah aku menyeret wajah bergigi keledai ini?

Tuhan, hidupkan lagi kakekku.

Adam ‘alaihissalam.

Aku ingin bertanya rasa buah khuldi, yang di seruput pembawa angin sejuk musuh-musuhnya.

Tuhan.

Dekatkah majelis penghakimanMu?

Maukah pengacara umat ini, bersafa’at untuk ruh yang tak berisi kepalanya ini?

Tuhan.!!

Akankah surgamu jadi jalanku, atau hanya penghiburku?

Tuhan.!!

Kadang aku ingin berhenti, tapi bukan disini.

Akankah aku ke firdausmu?.

Lagi.?

 

_Kairo. 05.32 clt_

Dimuat juga di website. darahmimpi.com