Pejuang Pemusnah Kebodohan Mempersembahkan Karyanya ‘Patri Hidupku’

oleh

Patri hidupku

Asap mengepul,
Corongnya menghitam.
Lalu lalang budak-budak tuhan tak berhenti mericuhkan jalan yang kian ramai dengan jejak kaki.


.
.
Matahari lelah
Gelap datang membelah
Lalu, di ujung jalan setapak lembah
Terlihat dia berjalan membawa obor
dan di tangan kanannya sebotol air menyegarkan

Semakin dekat,
Dia menghampiriku di tengah kegelapan,
Mengulurkan botol air minum yang dibawanya

Lalu dia berbisik “teguklah dengan basmalah, La tahzan Innallaha ma’ana.”
.
.
Tak terasa air bening tumpah melampiaskan isi hati yang gundah.
Suasana seakan terang seketika.

Dia yang membawa harapan membara
dan semoga Sang Raja alam semesta meridhoiya.
.
.
Cukup aku merunduk, dan tak akan kutolehkan wajahku, hingga ukiranku selesai dengan indah.

Tunggulah sejenak.
Aku akan pulang.