Karisma Penyair Asal Magetan mempersembahkan Karyanya untuk Indonesia ‘Tangisan Pertiwi’

oleh

Kharisma Damayanti,  terlahir 31 agustus 1995 berdiam di kaki lereng gunung lawu, sedang berjuang mewujudkan mimpi.

Tangisan Pertiwi

Kharisma Damayanti

Seharusnya, aku mengantarmu
sampai gerbang impian
lalu kan kaukecup punggung tangan
berbalik arah menuju duniamu

Tapi, dayaku hanya menatap nanar
menyembilu pada kisah terlantar
senandungku tak didengar
tentang anakku berkarah berujar
;dibuai dibesarkan bunda

Anakku,
Bunda tak rasa mengandung
tapi kaulah jiwa direlung
kudekap sembari merenung
tentang anakku berkarah berkidung
;tempat berlindung di hari tua

Seharusnya,
Bapakmu di singgasana tahu
jangan bisanya melirik emas
mengukir di arloji, atau
duduk bersandar di kursi
dengan sebelah kaki angkuh
menindih mimpi, serta
punggung kiri tangan menyangga dagu
yang kanan menimang cerutu

Apalah daya bunda, anakku
kauingat dalam hatimu saja
aku telah berbangga kau anggap ada
meski tak pernah bumi kujamah
Entahlah,
Berapa lama lagi
Sebanyak apa lagi
Mata bunda kan meraba kejut negeri
menyaksikan seusiamu tertatih
menjejaki perih, mengejar mimpi

Dari balik bunda berdiam
tangis dan doa menjadi kekal
sampai negeriku menjadi kebal
pada bapak yang berujar janji, bebal