Puisi Karya Syahbandy Dg Tapau

oleh

PASRAH

 

Di bawah bulan tersenyum lesu

Ku teteskan air mata dari jerit hati yang beku

Saat kulihat wajah anakku terlelap berselimut pilu

Mengenggam botol dot tanpa susu

 

Desah tangis pun mulai pecah

Bernyanyi dibalik gunda hati yang resah

Ketika kutatap senyum anakku mulai menari di panggug gelisah

Sembari ku cacimaki kerasnya hidup yang tiada arah

 

Di ujung kelam yang mulai rapuh

Kurebahkan tubuhku meski berontak terus mengeluh

Meski kesal terus menjamah, dan amarah pada takdir semakin memburu

Dan dengan jubah pasrah aku berbisik di ujung malam yang semakin telanjang

Tuhan …..

“Jika takdirku terlahir untuk menderita, janganlah engkau sertakan anakku dalam duka”