Puisi Karya Syahbandy Dg Tapau

oleh

SAJAK PERJUANGAN HIDUP

Menembus lebatnya padang ilalang

Aku berjalan dibawah pekat sinar matahari yang bertengger dilangit ketujuh

Menempa rezeki yang tak terkira demi tawa anak isteri

Hingga di ujung petang ketika sang bulan nampak dengan wujud telanjang

 

Aku terus bertarung dibalik lika-liku hidup bagai kesatria tanpa pedang

Menerjang ketetapan takdir, mengarungi nasib ketentuan Tuhan

Jubah pasrah melilit di tubuhku telah kusobek dengan belati ikhlas yang terselip dalam batin

Demi bahagia anak dan isteri kuarungi jalan hidup di atas permadani kehidupan yang tak berhaluan

 

Tetesan air mata yang mengalir dipipi sejenak membuatku tersentak

Kulihat anak dan istriku tampak bahagia dimeja makan

Nasi putih berhias butiran garam mereka santap bak hidangan lezat sajian restoran