Titik Penantian

oleh
Kavya Atmaranti
1. Permintaan Sederhana

Jika saja dapat kubangun istana dengan pagar penuh duri
Kau tak perlu repot memunguti beling dari telapak kaki
Hingga aku tak terjamah lelaki
Ma
Gadis yang kau timang kini telah menimang
Gadis yang kau kepang dua kini berselendang surga
Ma
Jika Tuhan hanya memberi satu permintaan
Maka, izinkan aku meminta Ia untuk menyatukan kita di FirdausNya

2. Titik Penantian

Riaknya tak akan kubiarkan memecah karangmu
Biar kugores kulitku untuk menutupi sendumu
Asal kau lengkungkan senyum merah jambu dari bibirmu
Nak
Dunia yang dulu kau anggap rumah, itu hanya tempat singgah saja
Boneka yang dulu menemani malammu, itu hanya selingan semata
Dan Ibu bapakmu hanyalah pengganti dari Sang Maha Pengasih
Tak ada yang kekal dari yang Maha Kekal
Tak ada yang sayang dari yang Maha Sayang
Kau yang dulu kutimang dengan tangan gemetar
Kau yang dulu kupeluk dengan deru kasih dalam diri
Kini harus belajar melangkah sendiri
Menikam dengan tajam sakit atas nama kepergian
Nak
Jika saja Tuhan memberi kehidupanku kembali
Maka diri ini ingin menjadi ibumu sekali lagi
Tapi, Tuhan hanya memberi waktu sekali
Maka, biarkan kutunggu kau di surgaNya nanti
Rinduku akan tawa lugumu

Kavya Atmaranti, dilahirkan di kota Lamongan. Puan salah satu pendiri Kota Aksara ( Komunitas Tulis Baca Aksara) bertempat di Malang. Karya berupa puisi menjadi kontributor dalam beberapa antalogi bersama. Bisa sambung kata di email : meymey500@gmail.com
fb : Kavya Atmaranti IG @kavya_atmaranti